Breaking News:

AIrlangga Hartarto Berada Ditengah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah: Mendukung Program PPKMB

Universitas Muhammadiyah Jakarta membuka program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB)

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/staf menko ekonomi
Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Dr Ir H Airlangga Hartarto MMT MBA 

SRIPOKU.COM, JAKARTA -- Universitas Muhammadiyah Jakarta membuka program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dengan mengangkat Tema "Membangun Generasi Muda yang Kompetitif, Entrepreneur, dan Berkarakter untuk Indonesia Berkemajuan", kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Dr Ir H Airlangga Hartarto MMT MBA, Jakarta (15/9/2021). 

"Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang besar kepada segenap jajaran Rektorat, Dekanat dan Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta atas kesempatan yang diberikan," ucap Meneri Perekonomian Airlangga seraya juga mengucapkan selamat kepada mahasiswa dan mahasiswi baru Universitas Muhammadiyah Jakarta, capaian ini patut kalian syukuri dengan menjaga tekad dan semangat kuat untuk terus belajar.

Di tengah pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak tahun 2020, ungkap Airlangga, patut kita syukuri ekonomi Indonesia berhasil tumbuh sebesar 7,07 persen yaer on yaer (YoY) di Triwulan II- 2021.

"Pada sisi supply, seluruh sektor tumbuh positif dan menunjukkan perbaikan kinerja akibat membaiknya permintaan domestik dan negara mitra dagang. Diantaranya adalah sektor Industri Pengolahan dan Perdagangan yang merupakan kontributor utama perekonomian nasional yang tercatat pertumbuhan significant," ungkap Airlangga juga menyebutkan pertumbuhan ini juga merupakan pertumbuhan triwulan yang tertinggi sejak krisis sub-prime mortgage.

Airlangga Hartarto yang juga sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia ini lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa negara peer yang telah merilis angka pertumbuhannya seperti Vietnam (6,6%), Korea Selatan (5,9%), dan Arab Saudi (1,5%).

Sementara itu, menurut Airlangga berbagai leading indicator hingga awal Semester 2-2021 terus menunjukkan prospek perbaikan.

Dampak pengetatan pembatasan mobilitas di bulan Juli-Agustus 2021 diperkirakan hanya bersifat sementara.

Saat ini aktivitas dan nilai belanja kembali meningkat dimana masyarakat mulai berani untuk keluar rumah namun dengan tetap taat pada protokol kesehatan.

Dari sisi eksternal terdapat peningkatan investasi dan surplus neraca perdagangan sepanjang Q2- 2021.

Pulihnya permintaan dan meningkatnya harga komoditas global telah membuat neraca perdagangan mengalami surplus selama beberapa bulan berturut- turut dan cadangan devisa relatif tinggi sebesar USD 144,8 miliar.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved