Berita Prabumulih

Respon Walikota Soal Santri di Prabumulih Tewas Dianiaya, Orangtua Anaknya Dicubit Saja Sakit

"Mohon kepada petugas kepolisan mengusut, karena ini kan menyangkut nyawa, siapa sih orangtua yang tidak sayang dengan anak," kata Ridho.

Editor: Refly Permana
HO/SRIPO
Ibu dari santri di Prabumulih tewas dianiaya saat melapor ke SPKT Polres Prabumulih, Selasa (7/9/2021). 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Seorang santri di Prabumulih tewas dianiaya setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Peristiwa memilukan ini ikut menjadi perhatian Walikota Prabumulih, Ridho Yahya.

Respon walikota soal santri di Prabumulih tewas dianiaya, Ridho mengharapkan petugas kepolisian mengusut kasus tersebut karena menyangkut hilangnya nyawa seseorang.

"Mohon kepada petugas kepolisan mengusut, karena ini kan menyangkut nyawa, siapa sih orangtua yang tidak sayang dengan anak.

Kalau dicubit saja sakit, apalagi meninggal dunia," ungkap Ridho ketika diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Kamis (9/8/2021).

Ridho mengungkapkan, karena petugas kepolisian ada di pihak netral, maka dari itu harus mengusut tuntas kasus tersebut.

"Harus diusut apa, kenapa dan apa menyebabkan almarhum meninggal tersebut, harapan kita secepatnya sehingga terjawab," katanya.

Lebih lanjut, pria yang gemar olahraga ini mengaku pondok pesantren Al Furqon yang menjadi tempat korban menempuh pendidikan sudah lama berdiri.

Sejak itu, baru pertama kali ada kejadian santri meninggal diduga karena dianiaya.

"Kepada guru dan murid jangan sampai kalau ada permasalahan jadi berkembang tapi cepat-cepat diatasi oleh guru atau muridnya, kalau ada gesekan langsung ditengahi," bebernya.

Ridho mengaku, permasalahan tersebut harus menjadi pemebelajaran bagi lembaga pendidikan lainnya sehingga tidak ada kekerasan atau penganiayaan di lingkungan sekolah.

"Kalau ada peristiwa atau gesekan langsung ditengahi diberikan pemahaman," katanya.

Curahan Hati Ibu Santri Tewas di Prabumulih

Isi curahan hati ibu santri di Prabumulih tewas dianiaya. Wanita 43 tahun itu mengatakan, korban merupakan anak semata wayangnya.

Mengenakan jilbab dan baju merah muda berpadu dengan masker coklat, warga Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir itu merasa sangat terpukul dan sedih atas kematian anaknya itu.

Terlebih kematian anaknya itu dinilai tidak wajar diduga setelah dianiaya oleh kakak kelasnya.

"Ini anak aku semata wayang, makanya aku sedih dek, sedih sedih nian," ungkap ibu korban dengan suara bergetar dan meneteskan air mata.

Ibu korban menangis lantaran sedih anaknya meninggal diduga karena dianiaya, bukan karena sakit.

"Kalau dia mati oleh wabah sekarang ini, tidak jadi masalah, berarti kendak Ilahi. Cuma, yang aku sedih, jasadnya meninggal itu dalam keadaan sakit terluka itu," kenangnya.

Sebelum meninggal dunia, katanya, korban sempat meminta dipeluk karena akan meninggal dunia.

"Waktu dia mau meninggal malam Selasa itu katanya, mak peluklah aku ini, aku ini sakit siapa tau aku mati.

Waktu itu saya ngomong jangan mati nak, kalau kau mati, bagaimana dengan ibu," bebernya.

Setelah dipeluk, korban mengatakan jika sangat sayang dengan ibunya namun tidak bisa apa-apa termasuk makan karena mengalamu sakit.

"Dia mengatakan sangat sayang dengan saya, dia bercita-cita ingin menjadi polisi setelah tamat sekolah," bebernya lirih.

Update Kasus Seorang Santri di Prabumulih Tewas Dianiaya, Aparat Kepolisian Pelajari Rekaman CCTV

Sementara saat ditanya mengenai kronologi tewasnya santri di Prabumulih, ibu korban menuturkan, aksi penganiayaan terjadi Kamis (19/08/2021) yang lalu.

"Anak saya mengatakan dia dianiaya oleh kakak kelas di asrama pondok pesantren itu pada malam Jumat (19/8/2021)," bebernya.

Usai kejadian, sambung ibu korban, dirinya membawa pulang anaknya tersebut dan dibawa berobat ke seorang bidan di Desa Menanti.

Lalu kemudian dibawa berobat ke rumah sakit pada Sabtu (5/9/2021) dan meninggal dunia pada Minggu malam.

"Saat itu dia belum mengaku, karena dia sering bengong, setelah dipaksa ditanya baru dia bercerita tapi dia minta jangan diceritakan dengan bapak.

Dia ngomong ada beberapa teman pelakunya," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved