Breaking News:

Berita Kriminal Palembang

BERANINYA Transaksi Narkotika di Kuburan, 3 Sekawan Ini Terdiam Diciduk Tim Rimbo Polsek Kemuning

Aksi tiga sekawan pengedar narkotika Ardiansyah alias Gebeng (35), Peri alias Peyet (32) dan Ramadhan alias Madon (35) mleakukan transaksi narkotika d

Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Tiga pengedar narkotika yang ditangkap anggota polsek Kemuning, saat transaksi narkotika di kuburan, Rabu (8/9/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Aksi tiga sekawan pengedar narkotika Ardiansyah alias Gebeng (35), Peri alias Peyet (32) dan Ramadhan alias Madon (35) mleakukan transaksi narkotika di kuburan akhirnya diketahui oleh Polsek Kemuning Palembang.

Ketiganya ditangkap tim Rimbo Kemuning dari Polsek Kemuning.

Kapolsek Kemuning, AKP Heri mengatakan, salah satu tersangka yakni Gebeng merupakan residivis kasus ganja.

Dia pun sudah menjadi buronan Polsek Kemuning sejak beberapa bulan terakhir.

Sementara, untuk tersangka Peyet dan Madon, keduanya berada dalam satu jaringan jual beli sabu.

"Peyet ini mendapat barang (sabu) dari Madon. Selanjutnya barang itu diperjualbelikan lagi," katanya, Rabu (8/9/2021).

Dalam menjalankan aksinya, para tersangka ini memanfaatkan bantuan alat komunikasi atau telepon untuk mengatur kesepakatan dengan calon pembeli barang haram yang mereka tawarkan.

Usai mendapat kesepakatan dengan pembeli,  ketiganya menentukan tempat transaksi di tempat-tempat sepi yang dianggap aman dari pengintaian petugas, salah satunya lokasi pemakaman.

Baca juga: Kurit Narkoba Antar Sabu ke Polisi Undercover Polres OKU

"Tempat sepi yang paling sering mereka jadikan lokasi transaksi yaitu di kawasan pemakaman. Mereka menganggap disitu lebih aman tapi bisa kami bongkar," jelasnya.

Akibat perbuatannya para tersangka terancam dijerat dengan pasal 114 tahun 2009 tentang Narkotika.

Heri pun menegaskan bahwa pihaknya akan  memberantas peredaran narkoba yang berada di wilayah hukum Polsek Kemuning.

" Jangan coba-coba berpikir ada tempat aman disini untuk bertransaksi (narkoba). Kami ingatkan, kami tidak segan-segan untuk menindaktegas pelakunya," tegas Heri.

Sementara itu, salah satu tersangka, Peyet mengatakan baru dua pekan nekat menjual sabu demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Iya saya pemakai (narkoba). Jadi, sisa dari untung jualan barang itu nanti saya pakai untuk sendiri," kata Peyet.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved