Breaking News:

Virus Corona

BOCORAN WHO, Mutasi Terbaru Virus Corona Lebih Cerdas dari Varian Delta: Ini Faktanya

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah memantau kemunculan varian baru virus corona yang bernama Mu

Editor: Wiedarto
SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi virus corona (Covid-19). 

SRIPOKU.COM, JENEWA--Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah memantau kemunculan varian baru virus corona yang bernama Mu. Seperti dikutip pemberitaan Kompas.com, Rabu (01/09/2021) dari The Guardian, varian Mu atau B.1.621 pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada Januari, sementara kasus pertamanya tercatat di Amerika Serikat dan Eropa. Berikut sejumlah fakta tentang varian Mu yang perlu kita ketahui:

1. Diklasifikasikan sebagai variant of interest

Varian Mu diklasifikasikan sebagai salah satu varian yang diwaspadai atau variant of interest (voi). Artinya, untuk sementara WHO menganggap varian ini layak untuk dipantau secara khusus. Lebih jauh, dijelaskan bahwa variant of interest adalah varian yang memiliki kemampuan genetik dapat memengaruhi karakteristik virus. Karakteristik yang dimaksud yakni tingkat keparahan penyakit, pelepasan kekebalan, penularan, hingga kemampuan menghindari diagnostik maupun pengobatan.

Selain itu, karakteristik variant of interest diidentifikasi sebagai penyebab penularan di antara komunitas yang paling signifikan atau menjadi penyebab munculnya klaster Covid-19. Saat ini, varian Mu dipandang sebagai masalah potensial yang lebih kecil daripada strain Delta atau Alpha dari virus SARS-CoV-2 yang telah ditetapkan sebagai varian yang menjadi perhatian atau variant of concern (voc) karena virulensinya yang meningkat.

2. Menunjukkan potensi lolos dari kekebalan

Menurut buletin mingguan WHO yang dikutip oleh Health, varian Mu memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk sepenuhnya memahami varian Mu dan kemampuannya. Ahli penyakit menular dari Mater Health Services dan University of Queensland, Paul Griffin mengatakan, para ahli kesehatan masih terus mencari varian yang mungkin lebih mudah menginfeksi orang yang divaksinasi, melalui mutasi pada protein lonjakan virus. "Jika protein lonjakan itu berubah secara signifikan, maka pasti ada potensi vaksin Covid-19 bekerja kurang baik," katanya.

"Kami pikir akan ada waktu di mana itu menjadi sangat mungkin, tetapi kami belum benar-benar melihatnya. WHO menekankan, bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami efek varian Mu. Namun, Griffin mengatakan, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa Mu cocok sebagai varian pelarian.

Menurut WHO, prevalensi varian Mu dalam infeksi Covid-19 global sebenarnya telah menurun sejak pertama kali terdeteksi, namun prevalensi di Kolombia (39 persen) dan Ekuador (13 persen) secara konsisten meningkat. Varian ini menyumbang kurang dari 0,1 persen dari semua infeksi Covid-19 global, tetapi wabah B.1.621 juga telah dilaporkan di beberapa bagian AS dan Eropa.

3. Variant of interest kelima yang dipantau WHO

Varian Mu adalah variant of interest kelima yang terdaftar oleh WHO. Selain Mu, ada empat varian yang lebih serius yang masuk dalam kategori variant of concern. Kesembilan varian tersebut diberi nama dengan huruf alfabet Yunani yang berbeda. Lima variant of interest yang terdaftar adalah:

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved