Breaking News:

Afghanistan Dalam Keabadian Konflik

Wilayah Afghanistan yang tandus dan didiami berbagai macam suku turut berkontribusi sebagai penyebab terjadinya kekerasan dan konflik.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/Istimewa
Mahendra Kusuma, SH, MH. Dosen PNSD LLDIKTI Wilayah II Dpk FH Universitas Tamansiswa Palembang 

SRIPOKU.COM - Penderitaan dan kepedihan terus mengalir di Afghanistan.

Kekerasan dan konflik politik seolah tanpa henti dan terus terjadi.

Wilayah Afghanistan yang tandus dan didiami berbagai macam suku turut berkontribusi sebagai penyebab terjadinya kekerasan dan konflik.

Kehidupan yang sulit memaksa suku-suku di Afghanistan berperang untuk menghidupi diri dan ini telah berlangsung ribuan tahun lalu.

Perang antarsuku di Afghanistan sebenarnya telah berlangsung ketika bangsa Mongol menduduki wilayah ini pada abad ke-13.

Di era negara modern, perebutan kekuasaan silih berganti terjadi di Afghanistan.

Raja Zahir Shah yang berkuasa sejak tahun 1933 pada tahun 1973 ditumbangkan/dikudeta Mohammed Daud Khan.

Daud kemudian memproklamirkan pendirian sebuah republik yang cenderung ke kiri.

Awalnya hubungan antara Daud dengan penguasa Kremlin (Presiden Uni Soviet Leonid Brezhnev) berjalan baik.

Namun kemudian hubungan memburuk setelah Daud berusaha mencari dukungan dari negara lain yang merupakan musuh Uni Soviet.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved