Afghanistan Dalam Keabadian Konflik
Wilayah Afghanistan yang tandus dan didiami berbagai macam suku turut berkontribusi sebagai penyebab terjadinya kekerasan dan konflik.
SRIPOKU.COM - Penderitaan dan kepedihan terus mengalir di Afghanistan.
Kekerasan dan konflik politik seolah tanpa henti dan terus terjadi.
Wilayah Afghanistan yang tandus dan didiami berbagai macam suku turut berkontribusi sebagai penyebab terjadinya kekerasan dan konflik.
Kehidupan yang sulit memaksa suku-suku di Afghanistan berperang untuk menghidupi diri dan ini telah berlangsung ribuan tahun lalu.
Perang antarsuku di Afghanistan sebenarnya telah berlangsung ketika bangsa Mongol menduduki wilayah ini pada abad ke-13.
Di era negara modern, perebutan kekuasaan silih berganti terjadi di Afghanistan.
Raja Zahir Shah yang berkuasa sejak tahun 1933 pada tahun 1973 ditumbangkan/dikudeta Mohammed Daud Khan.
Daud kemudian memproklamirkan pendirian sebuah republik yang cenderung ke kiri.
Awalnya hubungan antara Daud dengan penguasa Kremlin (Presiden Uni Soviet Leonid Brezhnev) berjalan baik.
Namun kemudian hubungan memburuk setelah Daud berusaha mencari dukungan dari negara lain yang merupakan musuh Uni Soviet.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Tanpa sepengetahuan Daud, Uni Soviet memasukkan sel-sel tidur komunis dalam biro-krasi dan militer Afghanistan.
Hadirnya partai politik berhaluan marxis Partai Demokrasi Rakyat Afghanistan (PDPA) yang didirikan oleh Noor Mohammed Taraki dan Babrak Karmal turut memperkuat pengaruh Uni Soviet di Afghanistan. Pada tahun 1978 Daud dikudeta oleh kaum komunis dalam Revolusi Saur.
Daud dan sebagian anggota keluarganya tewas terbunuh. Noor Mohammed Taraki kemudian menjadi presiden.
Namun pada tahun 1979 Taraki dikudeta dan dibunuh oleh salah satu musuhnya di PDPA. Hafizullah Amin kemudian menjadi presiden.
Namun Amin hanya menjabat presiden selama lebih kurang 3 bulan (14 September-27 Desember 1979).
Amin dikudeta dan dibunuh oleh musuh politik dari faksi saingannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/mahendra-kusuma1-mahendra-kusuma.jpg)