Kapolda Sumsel Dimutasi

Hari Ini Tepat Sebulan Kasus Prank Sumbangan Rp 2 T, Nasib Heriyanti Usai Irjen Eko Dimutasi

"Masih sama seperti hari-hari sebelumnya. Sejak kasus ini heboh tuan rumah tidak keluar-keluar rumah

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Odi Aria
Kediaman Heriyanti Akidi Tio di Jalan Tugu Mulyo Kecamatan IT I Palembang masih tampak sepi, Kamis (26/8/2021). 

Dijelaskan Supriadi, introgasi terhadap terperiksa dalam suatu kasus tidak meski dilakukan di kantor Polisi jika yang bersangkutan dalam keadaan tak sehat, penyidik bisa melakukan introgasi di rumahnya.

Terkait hasil pemeriksaan terhadap Heriyanti Akidi Tio, Supriadi enggan menjelaskannya secara gamblang. Sebab, hasil introgasi tersebut untuk menentukan dan penetapan status dari perkara dana sumbangan dengan nilai fantastis itu.

"Ini yang belum bisa kita sampaikan (hasil introgasi, red). Nantinya hasil introgasi akan kita tuangkan ke dalam berita acara untuk menentukan statusnya nanti," jelas Supriadi.

Polda Sumsel berencana bakal kembali memanggil sejumlah saksi baru untuk menentukan pasal apa yang bakal dikenakan terhadap Heriyanti Akidi Tio, terkait sumbangan diduga fiktif Rp 2 T terhadap Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri.

Supriadi mengungkapkan, untuk menentukan kontruksi pasal terhadap kasus diduga prank sumbangan Rp 2 T tersebut, penyidik Polda Sumsel setidaknya bakal memeriksa 3-4 orang saksi baru dalam kasus Heriyanti.

"Untuk pasal apa yang akan ditetapkan kepada Heriyanti, kita akan periksa 3-4 orang saksi. Hal ini bertujuan agar penyidik dapat menentukan kontruksi pasal," katanya.

Menurutnya, sejauh ini penyidik dan Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Sumsel belum menetapkan status tersangka Heriyanti Akidi Tio terkait sumbangan diduga fiktif sebesar Rp 2 triliun. Maka itu, Polda Sumsel bakal kembali memanggil saksi baru dan mengumpulkan sejumlah barang bukti.

Seperti diketahui, polemik dana hibah yang dijanjikan ke Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri terjadi pada 23 Juli 2021. Saat itu Heriyanti menghubungi dokter keluarga mereka yakni Profesor Hardi Darmawan. Sosok Hardi merupakan dokter senior yang dihormati di Sumsel.

Hardi diminta Heriyanti menjadi penghubung keluarga ke Kapolda Sumsel untuk menyampaikan niat baik keluarga. Saat itu Hardi menghubungi Kapolda melalui Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumsel, Lesty Nurainy. Lesty menyampaikan akan ada sumbangan ke Kapolda sebesar Rp2 triliun.

Jumlah fantastis untuk dana hibah diakui Eko Indra Heri tak dicek lagi. Dirinya mengakui lalai mengecek tersebut dan menerima saja simbolisasi yang dilakukan pada tanggal 26 Juli 2021 lalu. Hingga kini, uang yang dijanjikan tersebut tak pernah jelas. (Oca)

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved