Pengedar Narkoba Menyamar Jadi Buruh Tani, Warga: Habiskan Semua, Sampai Desa Kami Bersih

Maizar Kadapit (42)ditangkap aparat Polres Muaratara atas dugaan mengedarkan narkoba. Polisi menemukan 60 butir pil ekstasi dan timbangan digital

Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
Dokumentasi Polisi Maizar Kadapit, warga Desa Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara ditangkap polisi setalah dilaporkan atas kasus narkoba 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Seorang pria yang sehari-hari diketahui sebagai buruh tani diringkus anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Musi Rawas Utara (Muratara), Selasa (24/8/2021) malam.

Tersangka bernama Maizar Kadapit (42), warga Desa Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara itu, diringkus polisi di rumahnya atas laporan masyarakat yang sering terlihat tersangka melakukan transaksi jual beli narkoba.

"Iya benar, tadi malam ada tersangka narkoba yang kami tangkap, tersangkanya satu orang," kata Kasat Narkoba Polres Musi Rawas Utara, AKP Ahmad Fauzi, Rabu (25/8/2021) siang. 

Ahmad Fauzi menerangkan mereka mendapat informasi dari masyarakat sejak beberapa waktu lalu. 

Mereka kemudian melakukan penyelidikan untuk memastikan informasi dari masyarakat tersebut. 

"Setalah diselidiki ternyata memang benar, kami langsung menyusun rencana penggerebekan," katanya. 

Ahmad Fauzi mengungkapkan dari penggerebekan yang mereka lakukan didapati barang bukti 60 butir pil diduga narkoba jenis ekstasi. 

Polisi juga menemukan timbangan digital saat menggeledah rumah tersangka. 

"Jumlahnya ada 60 butir, ada timbangan juga, untuk narkoba jenis lain tidak kami temukan," katanya.

Polisi masih akan melakukan pengembangan untuk membongkar jaringan peredaran narkoba tersebut.

Untuk diketahui, desa yang menjadi tempat tinggal tersangka ini adalah Desa Surulangun yang sebelumnya sempat digerebek polisi secara besar-besaran pada Juni lalu. 

Desa Surulangun juga sempat disebut-sebut "kampung narkoba", kemudian dinobatkan menjadi kampung tangguh bersih narkoba.

Tokoh agama setempat, Malik memberikan apresiasi kepada polisi yang makin gencar menindak pemberantasan narkoba di desanya. 

"Kami masyarakat sangat mendukung, tolong bersihkan sampai benar-benar bersih, habiskan semuanya," katanya. 

Tokoh pemuda, Jepri mengaku sangat berterima kasih kepada polisi yang terus melakukan operasi di desanya. 

Sebagai tokoh pemuda, Jepri sangat menolak keras peredaran narkoba di tanah kelahirannya. 

"Narkoba dapat merusak generasi bangsa, kami para pemuda ini bisa rusak kalau sudah terkontaminasi dengan narkoba," katanya. 

Dia berharap dengan terus dilakukannya penindakan di Desa Surulangun setidaknya bisa menjadikan desa tersebut lebih baik lagi.

"Semoga kedepannya masyarakat dan desa kami semakin lebih baik dan terbebas dari narkoba," harapnya. (rahmat)

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved