Breaking News:

Berita OKI

Terpaksa Jual Kambing dan Sapi Peliharaan, Musim Kemarau Warga OKI Kesulitan Cari Pakan Ternak

Para pemilik hewan ternak kambing dan sapi di sejumlah wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan mulai kesulitan mencar

Editor: RM. Resha A.U
TRIBUNSUMSEL.COM/NANDO
Acong salah seorang peternak asal Desa Gedung Rejo, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir saat ditemui Tribunsumsel.com, Minggu (22/8/2021) siang. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Para pemilik hewan ternak kambing dan sapi di sejumlah wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan mulai kesulitan mencari rumput untuk pakan ternak mereka.

Sejak sebulan terakhir, rumput di lahan perkebunan tempat penggembalaan hewan mulai langka akibat kemarau dan berkurangnya curah hujan.

Bahkan, kelangkaan rumput pun mulai merata ke sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut, diketahui terjadi di sekitaran kecamatan Mesuji Raya, kecamatan Lempuing dan kecamatan Lempuing Jaya.

Menurut Acong, salah seorang peternak asal Desa Gedung Rejo, Kecamatan Mesuji Raya mengatakan awal musim kemarau lalu ketersediaan rumput masih mencukupi.

"Bulan lalu saya masih bisa mencari pakan alternatif alami, misalnya dengan dedaunan dari semak belukar di kebun penduduk dan rumput yang tumbuh di lahan sawit," jelasnya saat ditemui Tribunsumsel.com, Minggu (22/8/2021) siang.

Namun, masa waktu musim kemarau yang tidak sebentar sangat berdampak pada sulitnya para pemilik hewan dalam mendapatkan pakan ternak berupa rumput yang hijau dan segar. 

"Tetapi, setelah kemarau berbulan-bulan, tanaman rerumputan mulai mengering. Makanya, sekarang mencari pakan untuk 30 ekor kambing yang saya pelihara ini benar-benar sulit," terang dia.

Baca juga: Pengguna Narkoba di OKI Tinggi, dari Anak di Bawah Umur hingga Kakek-kakek, Menyebar ke Pelosok Desa

Hal senada dikatakan Suyatno warga Desa Sukasari, Kecamatan Mesuji Raya sejak sepekan terakhir waktu untuk mencari rumput menjadi lebih lama.

"Rumput-rumput yang sebelumnya mudah dicari di pinggir jalan dan dalam area perkebunan sawit, kini sudah mulai kekurangan dan jika pun ada sudah pasti menjadi rebutan," 

"Jadi satu-satunya cara yaitu mencari hingga ke desa ataupun Kecamatan lain yang jarak tempuhnya bisa sekitar satu jam perjalanan," jelas Yatno yang memiliki beberapa ekor sapi.

"Padahal kebutuhan makan sapi saat musim kemarau seperti ini, membutuhkan lebih banyak pakan," imbuhnya.

Suyatno yang sebelum musim kemarau memiliki banyak ternak, harus mengurangi sebagian besar ternak miliknya.

"Dua bulan lalu saya punya 15 ekor kambing dan 5 sapi, namun sekarang semua kambing dijual dan hanya menyisakan sapi, karena tidak mampu mencari pakan yang banyak," ungkapnya.

Dari pantauan yang dilakukan, hampir sebagian besar warga desa tersebut dipenuhi peternak kambing. Peternak, biasa memelihara kambing dan sapi dengan jumlah puluhan ekor lebih. (Nando/TS)

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved