Mimbar Jumat

Hakikat Kemerdekaan dan Merawat Bangsa

Telah 76 tahun usia kemerdekaan Indonesia, bangsa kita menikmati alam kebebasan dari tekanan dan penjajahan bangsa asing.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/Istimewa
H. ABDUL RAHMAN, S.Ag, M.Pd.I Penyusun Bahan Pembinaan Qori’ dan Hafizh Kanwil Kemenag Prov. Sumsel 

Jangan dongengkan Indonesia, karena Kemerdekaan bangsa Indonesia diraih tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Namun direbut dengan perjuangan tiada tara, dan pengorbanan tiada terhingga, kemerdekaan ini ditegakkan di atas timbunan gugurnya ribuan jiwa.

Telah 76 tahun usia kemerdekaan Indonesia, bangsa kita menikmati alam kebebasan dari tekanan dan penjajahan bangsa asing.

Bebas dalam menentukan arah, nasib dan masa depan sendiri sebagai bangsa yang bermartabat tanpa intervensi (campur tangan) negara luar/asing.

Merdeka menjadi negara yang mandiri dan berkedaulatan.

Moment hari kemerdekaan selalu diperingati dengan bersukacita.

Terkadang dimeriahkan dengan berbagai lomba dan pagelaran/acara musik, yang sering kali terjebak pada kamuflase perayaan semu, karena jika dicermati di antaranya tidak berhubungan dengan filosofi perjuangan dan makna hakikat kemerdekaan itu sendiri.

Lalu bagaimana hakikat Kemerdekaan itu dan bagaimana pula merawat bangsa dalam tinjauan literasi Islam?

Hakikat Kemerdekaan
Kemerdekaan merupakan karunia besar dari Allah SWT bagi suatu bangsa tak terkecuali bangsa Indonesia.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Kemerdekaan itu harus dijaga, bangsa harus dirawat agar nikmat kemerdekaan tersebut tetap wujud, karenanya mesti disyukuri.

Karunia kemerdekaan merupakan salah satu nikmat yang besar yang diberikan Allah SWT kepada suatu masyarakat atau suatu bangsa yang penuh kesungguhan berjuang, dan ketulusan berkorban.

Nikmat merdeka bahkan disejajarkan oleh Allah SWT dengan nikmat diutusnya para Nabi kepada suatu kaum.

Dalam Al-Qur’an diungkapkan : “Udzkuru ni’matallohi ‘alaikum, idz ja’ala fiikum anbiya’ ”, wa ja’alakum mulukan” (ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia (Allah) telah mengangkat nabi-nabi padamu, dan telah menjadikan kamu orang-orang (bangsa) merdeka).(Q.S. Al-Ma’idah : 20)

Mengapa dimaklumatkan untuk ingat atas nikmat kemerdekaan tersebut?

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved