Kasus Donasi Rp 2 T
'NGGAK Pakai Tabung Lagi,' 15 MENIT Diperiksa, Dokter Forensik Polri Pastikan Heriyanti Sehat
Tak hanya ambulans, Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel yang membawa dua nakes, satu orang dokter yang bertugas di RS Bhayangkara Palembang
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tak hanya ambulans, Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel yang membawa dua nakes, satu orang dokter yang bertugas di RS Bhayangkara Palembang, Rabu (4/8/2021) pukul 14.50 WIB
Mereka diantaranya, Kompol dr Mansuri SpF bersama dua orang nakes berpakaian dinas dan baju merah sembari membawa peralatan kesehatan dengan tas yang dibawa.
Sekitar 15 menit berselang ketiganya keluar dari rumah Heriyanti.
Kompol dr Mansuri mengungkapkan, ia hanya melakukan pemeriksaan ringan dan melakukan sejumlah wawancara kepada Heriyanti.
Bahkan ia menyebutkan bahwa putri bungsu Akidi Tio ini sudah tidak memakai tabung oksigen.
"Cuman melakukan pemeriksaan dan wawancara saja, ketiganya dalam keadaan sehat baik suami dan anaknya juga. Sudah nggak pakai tabung. Sudah dilepas," kata Kompol dr Mansuri kepada awak media.
Karena keadaannya masih sehat, ia tidak bisa memastikan apakah Heriyanti dapat melakukan pemeriksaan hari ini di Polda Sumsel.
"Saya tak tahu soal itu (pemeriksaan) saya hanya ditugaskan pemeriksaan kesehatan, " singkatnya.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:
Usai menjalani tes PCR sebelumnya, kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan ulang, oleh Dokter forensik RS Bhayangkara Palembang, Heriyanti kini masih dirawat di rumahnya.
"Tidak ada kemungkinan (dibawa ke rumah sakit), " tandasnya.
Terkait apakah terperiksa kasus Rp 2 T tersebut mengalami Covid-19, Mansuri mengaku belum dapat memastikannya. Sebab, yang melakukan PCR tes terhadap Heriyanti merupakan tim medis dari Dinkes Sumsel.
"Keadaanya baik, saturasinya juga stabil. Tidak tahu gejala Covid-19 tidak. Kita hanya periksa yang ringan-ringan saja, karena kondisi pasien sehat," jelasnya.
Ia menambahkan, hasil dari pemeriksaan terhadap Heriyanti akan dilaporkan ke Polda Sumsel. Terkait apakah Heriyanti yang bersatus sebagai terperiksa apakah bisa dilanjutkan pemeriksaan lanjutan di Polda Sumsel, Mansuri mengaku belum dapat memastikan hal tersebut.
"Untuk pemeriksaan lanjutan kita lihat nanti, kita hanya mengecek kesehatannya. Diperiksa kembali atau tidak itu tergantung dari penyidik. Yang jelas hasil ini akan kita laporkan ke pimpinan dulu," ungkapnya.
Kepala Dinkes Sumsel, Lesty Nuraini membenarkan tenaga kesehatan (Nakes) yang memeriksa kesehatan dan melakukan tes PCR terhadap Heriyanti merupakan tim dari Dinkes Sumsel. Sesuai aturan, hasil tes PCR Covid-19 baru akan didapatkan paling cepat satu hari setelah si pasien dilakukan tes usap tersebut.
"Belum tahu positif atau tidak, hasil PCR nya paling cepat besok atau sehari setelah tes," ujar Lesty.
Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
Dijelaskannya, hasil tes PCR Heriyanti Akidi Tio selanjutnya akan dibawa ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang. Untuk hasil pasien positif Covid-19 atau tidak, Lesty menyebut pihaknya tak dapat memberikan pernyataan. Sebab, hasil tes Covid-19 merupakan privasi pasien.
"Meski hasilnya sudah keluar, kita tak bisa umumkan pasien (Heriyanti, red) positif atau tidak karena itu privasi," jelas Lesty.
Ia menambahkan, untuk sakit yang diderita Heriyanti Akidi Tio ia belum dapat memastikannya. Lantaran ia belum mendapatkan laporan dari tim yang bertugas di lapangan.
"Memang benar yang periksa tim dari Dinkes, tetapi saya belum terinfo sakitnya apa," terang Lesty.
Pemeriksaan di Polda Ditunda
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengatakan pihaknya kembali batal melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Heriyanti, anak bungsu mendiang Akidi Tio, Rabu (4/8/2021).
Pemeriksaan ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan karena kondisi Heriyanti dilaporkan masih sakit.
"Karena kita juga ada asas pertimbangan kesehatan. Kalau orang tidak sehat bagaimana mau diperiksa," ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Diketahui, muncul tanggapan di tengah masyarakat yang menyarankan aparat kepolisian untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap Heriyanti.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:
Hal itu dianggap bisa menjadi salah satu cara untuk mengungkap motif di balik kehebohan yang terjadi.
Terkait saran tersebut, Supriadi mengatakan, segala bentuk pemeriksaan terhadap terperiksa akan dikembalikan kepada penyidik.
"Nanti dilihat sesuai perkembangan. Tergantung pak Dirkrimum nanti, kalau beliau menilai pemeriksaan (kejiwaan) itu memang dibutuhkan, ya pasti akan diperiksa. Tergantung hasil pemeriksaan dan perkembangan penyidikan. Tapi untuk saat ini kita belum bisa ngomong, karena kan belum kita lakukan," ujarnya.
Saat ini, kata Supriadi, Ditreskrimum Polda Sumsel telah berkoordinasi dengan Biddokes Polda Sumsel untuk menangani kesehatan Heriyanti.
Termasuk bila Heriyanti menunjukkan gejala covid-19, maka tidak menutup kemungkinan pemeriksaan PCR akan dilakukan.
"Ya kalau dia menunjukkan gejala covid maka akan di-PCR, kalau dia sakit biasa ya akan dikirim dokter biasa," ungkapnya. (Sripoku.com/Odi Aria)
Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:
