Lokalisasi Patokan Besi Digrebek

Ada yang Datang Jauh-jauh dari Bandung, PSK Lokalisasi Patokan Besi Uring-uringan Sepi Pengunjung

Sebelum pemberlakuan PPKM Level 4 dan penggerbekan dilakukan  sebulan lalu para  pekerja seks komersial (PSK) di Lokalisasi ini sempat uring-uringan.

Tayang:
Editor: Welly Hadinata
Tribunsumsel/Eko
Dari penggerebekan yang dilakukan Polres Lubuklinggau bersama BNN Kota Lubuklinggau ini ratusan orang diamankan. Penggerebekan ini dilakukan pada Minggu (1/8/2021) dini hari mulai pukul 02.00 - 03.00 WIB. 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Lokalisasi Patok Besi di Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel), baru saja digerbek Polisi, Minggu (1/8/2021) dinihari.

Dalam penggerbekan ini Polres Lubuklinggau bersama BNN mengamankan 227 orang hasil penyisiran Kafe Lala dan Kafe Memes.

Hasil test urine kepada 227 orang ini 190 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Selain itu polisi juga mengamankan 32 butir ekstasi serta puluhan handphone.

Sebelum pemberlakuan PPKM Level 4 dan penggerbekan dilakukan  sebulan lalu para  pekerja seks komersial (PSK) di Lokalisasi ini sempat uring-uringan. 

Semenjak maraknya aplikasi online beberapa tahun terakhir membuat lokalisasi ini mulai ditinggalkan dan sepi pengunjung.

Bunga bukan nama sebenarnya salah satu PSK dilokalisasi ini mengungkapkan, saat ini pengunjung lokalisasi Patok Besi mulai sepi pengunjung.

"Sepi sekarang pengunjungnya, sekarang paling banyak sehari dua, malahan kadang tidak ada sama sekali," kata Bunga pada wartawan waktu itu.

Bunga menuturkan, terjerumus menjadi PSK di lokalisasi Patok Besi karena himpitan ekonomi karena tidak mempunyai pekerjaan.

"Awal datang kesini (patok besi) karena tidak ada pekerjaan ya himpitan ekonomi," ungkapnya.

Wanita muda asal Bandung Jawa Barat ini mengaku, saat itu Bunga tengah frustasi karena gagal membina rumah tangga ditambah saat itu Bunga mempunyai anak kecil.

"Saat itu anak mau nyusu, lalu diajak teman ke Lubuklinggau bekerja seperti ini (PSK) sekarang saya sudah dua tahun," ujarnya.

Bunga mengatakan, orang tuanya di Bandung tidak tahu kalau dirinya bekerja sebagai wanita penghibur, mereka taunya Bunga bekerja di Palembang sebagai asisten rumah tangga.

"Keluarga di Bandung juga tidak tahu saya bekerja seperti ini, mereka taunya saya bekerja di Palembang. Karena semua orang tua pasti tidak mau anaknya melakukan hal semacam ini," ujarnya.

Bunga bukan nama sebenarnya saat diberi masker oleh anggota Polres Lubuklinggau
Bunga bukan nama sebenarnya saat diberi masker oleh anggota Polres Lubuklinggau (Tribunsumsel/Eko)

Baca juga: BREAKING NEWS : Puluhan Wanita Muda Diamankan, Lokalisasi Patokan Besi Digrebek Petugas Gabungan

Baca juga: Siswi SMA Terjaring di Lokalisasi Patokan Besi Minta Ampun ke Kapolres, Kalu Perlu Kami Sujud Pak

Baca juga: 190 Orang Positif Narkoba, EE Pemilik 22 Butir Ekstasi di Lokalisasi Patokan Besi Jadi Tersangka

Ketua RT 07 Kelurahan Sumber Agung (Patok Besi), Frans Sembiring saat itu membenarkan  jumlah PSK dilokalisasi tersebut sudah tidak banyak lagi, jumlahnya hanya tinggal 30 orang lagi.

Jumlah ini, jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang jumlahnya bisa mencapai ratusan orang PSK.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved