Kenali Kadar Gula Darah Kondisi Normal, IFG, IGT, & Diabetes, Segera Cek Gula Darahmu Sekarang

Agar terhindar penyakit diabetes, Anda perlu mengetahui ukuran gula darah normal yang ada di dalam tubuh.

Editor: adi kurniawan
https://www.diabetes.co.uk/
Ilustrasi - Deabetes. 

4. Diabetes mellitus 

Puasa: ≥ 126 mg/dL 
Dua jam setelah makan: ≥ 200 mg/dL 

Diabetes Melitus tipe 2 adalah penyakit menahun dan kronis.

Penyakit ini tidak bisa hilang, kecuali penderitanya benar-benar disiplin mengatur gaya hidup, menjaga makan dengan benar, dan menurunkan berat badan berlebih hingga batas normal.

Kategori seseorang alami Diabetes 

International Diabetes Federation (IDF), American Diabetes Association (ADA), dan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) sepakat, diagnosis atas diabetes bisa ditegakkan jika kadar gula darah seseorang pada saat puasa di atas 126 mg/dL dan dua jam sesudah makan di atas 200 mg/dL. 

Jika kadar gua darah puasa seseorang ada di antara 100-125 mg/dL, berarti orang tersebut mengalami keadaan glukosa puasa yang terganggu atau impaired fasting glucose (IFG). 

Dalam keadaan seperti itu, langkah-langkah untuk mengontrol gula darah agar jangan sampai timbul komplikasi serius mesti segera Anda lakukan. 

Ada juga keadaan ketika kadar gula darah seseorang tidak normal, tapi belum termasuk kriteria diagnosis untuk diabetes mellitus. Misalnya, kadar gula darah puasa di bawah 126 mg/dL tetapi dua jam sesudah makan kadar gula darahnya ada di antara 140-199 mg/dL.

Kondisi ini disebut toleransi glukosa terganggu (TGT) atau impaired glucose tolerance (IGT). Seseorang dengan TGT mempunyai risiko terkena diabetes mellitus tipe 2 jauh lebih besar dibanding orang biasa. 

Baik penderita TGT maupun IFG bisa dibilang merupakan calon kuat pengidap Diabetes Mellitus. Keaadaan ini disebut prediabetes. 

Waspadai komplikasi 

Penanganan dan pengobatan yang baik harus dilakukan terhadap penderita TGT dan IFG. Karena jika sudah jadi diabetes, akan timbul komplikasi yang terus bertambah banyak. 

Komplikasi yang patut diwaspadai penderita prediabetes tidak lain adalah penyakit jantung dan stroke. Melansir Buku Dari Diebetes Menunju Jantung & Stroke (2018) oleh Hans Tandra, orang yang terkena prediabetes mau tidak mau harus menjalani gaya hidup yang sehat. 

ADA menganjurkan penurunan berat badan sebanyak 5%-10% dan olahraga teratur selama 30 menit setiap hari. Dengan cara murah dan sederhana itu, diabetes diharapkan bisa ditunda sampai 11 tahun. 

Mencegah kemunculan Diabetes tersebut tentu berarti juga menunda terjadi komplikasi-komplikasi penyakit yang berbahaya.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved