Varian Delta Plus Ditemukan di Jambi dan Mamuju, Mutasi Varian Delta, Begini Perbedaannya
Virus SARS-COV-2 penyebab Covid-19 terus terjadi. Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menemukan varian baru Delta Plus di Jambi dan Mamuju
Meski begitu, WHO mengatakan, untuk saat ini varian Delta Plus bukan sebagai varian yang umum, saat ini hanya menyumbang sebagian kecil dari urutan Delta.
"Untuk saat ini, varian ini tampaknya tidak umum, saat ini hanya mencakup sebagian kecil dari urutan Delta. Varian Delta dan varian perhatian lainnya yang beredar tetap menjadi risiko kesehatan masyarakat yang lebih tinggi karena telah menunjukkan peningkatan penularan," kata WHO.
Mutasi ini, bagaimana pun, juga hadir dalam beberapa varian lain, jadi kemungkinan bukan sumber kekhawatiran baru.
“Delta plus mungkin memiliki sedikit keuntungan dalam menginfeksi dan menyebar di antara orang-orang yang sebelumnya terinfeksi selama pandemi atau yang lemah atau tidak lengkap kekebalan vaksin,” kata ahli virologi Dr. Jeremy Kamil, dari Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Negeri Louisiana pada BBC.
Varian Delta Plus, kata Jeremy, berdasarkan catatannya tidak jauh berbeda dengan varian Delta.
Uji Efektivitas vaksin
Sementara itu saat ini sedang berlangsung studi global untuk menguji efektivitas vaksin terhadap varian Delta Plus. Di India, studi untuk menguji efektivitas vaksin terhadap varian Delta Plus juga sedang dilakukan.
Dewan Penelitian Medis India menyatakan bahwa hasilnya akan siap dalam beberapa hari mendatang. Namun, sejauh ini belum ada tanda-tanda yang jelas dari varian Delta plus yang menginfeksi orang yang telah menerima vaksinasi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Varian Delta Plus yang Terdeteksi di Jambi dan Mamuju beserta Ancamannya", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2021/07/28/13222561/mengenal-varian-delta-plus-yang-terdeteksi-di-jambi-dan-mamuju-beserta?page=all#page2.