KALIMAT Sepele Berujung Maut, Tragedi Janda Muda Tewas di Tangan Pria yang Baru Dikenalnya
Di sanalah, jasad Sumiati (24), atau yang akrab disapa Okta, dikebumikan. Ibundanya, Sari, tak kuasa menahan pilu hingga jatuh pingsan
SRIPOKU.COM – Suasana haru dan isak tangis menyelimuti pemakaman Desa Cipelem, Brebes, pada Kamis (28/8/2025) siang.
Di sanalah, jasad Sumiati (24), atau yang akrab disapa Okta, dikebumikan. Ibundanya, Sari, tak kuasa menahan pilu hingga jatuh pingsan, sementara ayahnya, Darsim, menatap kosong pusara sang putri.
Di sudut lain, Warati, ibu mertua korban, mendekap erat cucu perempuannya yang kini telah menjadi yatim piatu.
Air matanya terus mengalir, membasahi pipi sang cucu yang belum mengerti bahwa ibunya telah tiada.
Tragedi yang terjadi sehari sebelumnya di sebuah rumah kos di Jalan Brantas, Kelurahan Mintaragen, Tegal Timur.
Sumiati tewas secara mengenaskan di tangan seorang pria yang baru dikenalnya beberapa jam melalui aplikasi percakapan MiChat.
Kisah tragis ini bermula dari sebuah transaksi di dunia maya. Titus Sutrisno (32), seorang lajang warga Kelurahan Panggung, Tegal Timur, memesan jasa Sumiati melalui aplikasi MiChat dengan kesepakatan tarif Rp500 ribu. Keduanya belum pernah bertemu sebelumnya.
Rabu (27/8/2025) sore, mereka bertemu di kamar kos Sumiati. Menurut keterangan Kasatreskrim Polres Tegal Kota, AKP Eko Setiabudi Pardani, pertemuan awal berjalan seperti kesepakatan.
Namun, suasana berubah drastis setelah interaksi singkat selama sekitar 10 menit.
Setelah Sumiati membersihkan diri di kamar mandi, keduanya sempat terlibat dalam obrolan ringan. Namun, sebuah kalimat yang dilontarkan Sumiati menjadi pemicu malapetaka.
“Baru satu kali kok belum maksimal,” ujar korban, seperti ditirukan AKP Eko saat konferensi pers.
Kalimat itu, meski mungkin terdengar sepele, menyulut emosi Titus. Harga dirinya seakan terinjak.
Cekcok mulut pun tak terhindarkan di dalam kamar kos yang sempit itu. Dalam puncak kemarahannya, Titus meraih sebilah pisau kecil, yang biasa ia gunakan untuk memotong buah, lalu secara membabi buta menikam Sumiati.
Tujuh tusukan bersarang di tubuh samping kanan dan kiri korban.
Dalam kondisi bersimbah darah, Sumiati masih berjuang untuk hidup. Ia berlari keluar kamar, mencari pertolongan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.