Breaking News:

Berita Palembang

CERITA 6 Anak Akidi Tio yang Patungan Kumpulkan Uang Rp 2 T, 'Dana Sedikit Demi Sedikit Ditabung'

Keluarga Akidi Tio memberikan bantuan Rp 2 Triliun untuk masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel), melalui Irjen. Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri. 

Editor: Welly Hadinata
Humas Polda
Bantuan diberikan keluarga mendiang Akidi Tio mencapai Rp 2 Triliun, melalui dokter keluarga mereka di Palembang, Prof dr Hardi Darmawan, di Mapolda Sumsel, Senin 26 Juli 2021 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Keluarga Akidi Tio memberikan bantuan Rp 2 Triliun untuk masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel), melalui Irjen. Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri. 

Bantuan tersebut diberikan langsung oleh anak bungsu dari Akidi Tio yang bernama Heriyanti didampingi Prof dr Hardi Darmawan yang merupakan dokter Keluarga Alm Akidi Tio.

Lalu siapakah keluarga Akidi Tio tersebut dan adakah pesan terkait penggunaan uang yang diberikan sebesar Rp 2 Triliun tersebut? 

Berikut wawancara khusus Weny Ramdiastuti dengan Prof Hardi.

Kepala Newsroom Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel Weny Ramdiastuti saat memawancarai dokter keluarga Prof dr Hardi Darmawan, Selasa (27/7/2021)
Kepala Newsroom Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel Weny Ramdiastuti saat memawancarai dokter keluarga Prof dr Hardi Darmawan, Selasa (27/7/2021) (Tangkapan Layar YouTube SripokuTv.)

Bisa diceritakan bagaimana keluarga Akidi Tio memberikan bantuan Rp 2 Triliun?

Akidi adalah pasien saya, seperti Anda pasien saya dulunya. Akidi pasien saya sejak 36 tahun sampai beliau meninggal. Kalau dihitung sampai anak, menantu, cucu dan cicitnya sudah 48 tahun lebih.

Almarhum itu sesuai dengan namanya yaitu Akidi artinya keyakinan. Dia punya keyakinan bahwa harus membantu orang-orang yang susah dan kesulitan. Amanah itu selalu dipesankan keanak-anaknya dan cucu-cucunya, kalau mendapatkan penghasilan lebih bagikanlah kepada masyarakat yang kurang mampu.

Kebetulan juga istrinya itu pasien istri saya juga, jadi kami betul-betul dokter keluarga. Saya menjadi dokter keluarga bukan khusus untuk Akidi, tapi dokter keluarga untuk semua. Pasien saya ada pejabat, pedagang, pengusaha, pegawai negeri, tokoh agama dan termasuk rakyat kecil juga. Makanya saya banyak keluarga, baik dari Sekayu, Komering dan lain-lain.

Nah, dua hari sebelum tanggal 26 Juli 2021 saya ditelpon oleh anak bungsu dari Akidi Tio namanya Herinyati. Dia mau bantu untuk masyarakat, dalam keadaan pandemi Covid19 ini.

Lalu saya bilang kenapa mau bantu? Karena melihat banyak temannya yang meninggal, susa cari tempat tidur di rumah sakit, kekurangan oksigen, dan kekurangan obat. Lalu tenga kesehatan (Nakes) kelelahan, mental, emosional dan spiritual. Jadi dia merasa iba dan ingin memberikan bantuan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved