Dikucilkan dan Diusir dari Kampung Karena Covid-19, Pria Ini Mengenaskan Terbaring lemah di Ambulans
Hal ini membuat pihak keluarga merasakan sakit hati, sebab Salamat Sianipar sebelumnya sudah diusir warga dari kampung
Tangan Diikat dan Diseret
Dia diikat dengan tali di tangan dan tubuhnya, kemudian diseret dan dipukuli di bawah ke dalam hutan untuk dijauh dari dusun tempat tinggalnya dusun Bulu Silape.
"Warga tidak terima dia kena Covid dan dijauhkan dari kampung. Bahkan, ada beberapa orang perangkat desa yang menganiaya. Saat penganiayaan itu, dia sudah diikat pakai tali dan dipukuli pakai kayu panjang." kata Anderson.
Akibatnya, Selamat mengalami luka serius dan nyaris dan sadarkan diri. Dia mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya.
Seperti diketahui, pria ini dinyatakan positif Covid-19 setelah mengalami demam dan sudah memeriksakan diri ke klinik
"Posisinya ini di dalam ambulans, belum ditangani. Kondisi luka mulai kering, kakinya bengkak semua akibat dipukuli," kata Andeson.
Sementara Jhosua mengatakan, pamannya seperti diusir di kampungnya, padahal isolasi mandiri itu juga atas saran dokter.
"Ditolak masyarakat, padahal paman saya sudah dinyatakan positif Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri, tetapi malah diperlakukan seperti itu," kata Jhosua, Sabtu (24/7/2021).
Menurut Johsoa pihak keluarga kini melaporkan kejadian ini pihak kepolisian, dia berharap aparat benar-benar betindak adil dalam konisi pandemi seperti saat ini, di mana setiap orang sudah dilanda kesusahan.
"Saya ingin kejadian ini diproses secara hukum karena tidak manusiawi," jelasnya.
Hal serupa juga dikatakan Anderson, bahwa pihaknya sudah membuat laporan di Porles Toba.
"Kami minta pihak kepolisian bertindak juga Satgas Covid-19, mengapa keluarga kami diperkukan dengna sangat tidak adil seperti ini, padahal dia hanya terinfeksi Covid-19 di mana tak seorang mau mengalaminya," ujar Anderson.
Sementara itu, Pihak kepolisian sudah bergerak memburu para pelaku, sebab dari tayangan video itu, pihak kepolisian kini memeriksa saksi-saksi.
Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Penerangan Masyarakat (Kabid Penmas) Kepolisian Daerah Sumatera Utara, AKBP MP Nainggolan
"Benar (kejadiannya), sudah ditangani Polres Toba. Saya sudah bicara dengan Kasubbag Humas, LP sudah diterima dan akan diproses," ungkap Nainggolan. Sementara, Kepala Polisi Resor Toba, AKBP Akala Fikta Jaya belum memberikan keterangan atas kejadian tersebut.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Viral, Video Pria Positif Covid-19 Diikat, Diseret dan Dipukuli Warga di Kabupaten Toba", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/07/24/181748478/viral-video-pria-positif-covid-19-diikat-diseret-dan-dipukuli-warga-di?nomgid=1&page=2.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pria-di-toba-dipukuli-dan-keroyok-warga-karena-positif-covid-19-saat-isolasi-mandiri-di-rumah.jpg)