MENJERIT Dicek Kehamilan Wanita yang Dipukul Oknum Sat Pol PP Gowa: Jika ke Dokter Memang Tak Nampak
Dia pun angkat bicara dan mengungkapkan kronologis serta kondisi kehamilannya yang diragukan banyak pihak
Maka itu, tak ada pembelaan baik dari lembaganya bertugas yakni, Satuan Polisi Pamong Prata atau Sat Pol PP Gowa maupun dari Pemkab Gowa.
Sebab kedua lembaga ini mempersilahkan pihak kepolisian mengusut hingga tuntas kasus pemukulan wanita hamil itu hingga tuntas.
Meski demikian, pihak Pemkab Gowa Sulawesi Selatan melalui Kepala Bidang Komunikasi Kabupaten Gowa Arifuddin Zaeni membantah pengakuan Ivan (24), seorang pria yang mengaku istrinya tengah hamil 9 bulan saat dipukul oknum Satpol PP Gowa yang tengah melakukan razia PPKM.
Sebab, mereka memiliki dasar, karena memang sudah mengusulkan sang wanita dirawat dan periksa kesehatan. Namun si wanita hamil bernama Amriana itu, menurut Arif, menolak dites.
Hal serpa juga dikatakan oleh Kepala Sat Pol PP Gowa yakni, Kepala Satpol PP Kabupaten Gowa, Alimuddin Tiro mengatakan pihaknya tetap mengutamakan asas praduga tak bersalah.
Akan tetap mengusut kejadian pemukulan yang diduga dilakukan oleh Oknum petugas Sat Pol PP Kabupaten Gowa tersebut.
Namun pihaknya tetap mengecek dan ricek kebenarannya agar semua berjalan sesuai prosedur hukum dan tak pihak yang dirugikan.
"Mau dicek dulu," kata Alimuddin.
Tak ada yang membela
Kini, Nasib ND, Oknum petugas Sat Pol PP Gowa diujung tanduk, setelah diduga bersikap arogan saat razia PPKM dan memukul wanita hamil di Kabupaten Gowa.
Oknum anggota Sat Pol PP Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan yang diketahui bernama DN itu dilaporkan oleh Ivan (24) suami wanita hamil yang ia pukul saat Razia PPKM, Rabu (14/7/2021) kemarin.
Ivan suami si wanita hamil tersebut, melaporkan sang oknum petugas Sat Pol PP Gowa ke Polsek Bajeng, Polres Gowa Kamis (15/7/2021) hari, setelah video aksi sang oknum menjadi viral di sosial media.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Bajeng, Ipda Ariyanto seperti dilansir dari Tribun Solo, Kamis (15/7/2021).
"Setelah mendatangi TKP dan interogasi korban, mereka ingin menggunakan haknya melapor di Polres dan kami persilakan. Pengakuannya, dia sedang hamil sembilan bulan," ujarnya.
Sementara itu suami Amriana, wanita hamil yang menjadi korban pemukulan sang oknum peugas Sat Pol PP Gowa mengatakan, dia sempat membawa istrinya ke RS usai razia dan pemukulan terjadi. "Baru kemudian melapor ke polisi," jelasnya.