MENJERIT Dicek Kehamilan Wanita yang Dipukul Oknum Sat Pol PP Gowa: Jika ke Dokter Memang Tak Nampak
Dia pun angkat bicara dan mengungkapkan kronologis serta kondisi kehamilannya yang diragukan banyak pihak
Selain itu Riyana memiliki alasan ketika dia memang hamil, meski tak ke dokter, karena memiliki bukti jika dia memang hamil.
Riyana mengklaim kehamilannya tersebut tak bisa dilihat oleh dokter. Alias tidak bisa dibuktikan dengan medis.
"Kalau ke dokter memang tidak bisa, tidak nampak. Bisa buka FB saya tiap bulan perut saya bagaimana, kadang besar dan sebentar kempes," kata Riyana.
Apalagi Riyana mengaku terkahir datang bulan tiga bulan lalu. Setelah itu tidak pernah lagi. Hal itulah yang memang membuktikan bahwa dia memang hamil.
Berobat ke Orang Pintar
Maka itu Riyana tidak ingin berdebat soal hasil cek hamil yang menyatakan bahwa dia tidak hamil tersebut.
Sebab, dia selama ini tidak berobat ke dokter dan memilih berobat ke orang pintar.
Dikatakan Riyana, awal muda tahu tentang kehamilannya dari tukang urut.
"Masalahnya ini pengobatan sendiri pak, memang tidak bisa dijangkau dengan pikiran logika.
"Iya tukang urut yang bilang saya hamil dan saya sendiri," katanya
Nasib Oknum Sat Pol PP
Meski menjalankan tugas dan melakukan penertiban bagi warung kopi, rumah makan ataupun kafe yang buka hingga larut malam dalam rangka Razia PPKM, Rabu (14/7/2021) malam, tak ada yang memberikan pembelaan buat sang oknum petugas berinisial DN itu.
Bahkan Kini, nasib DN makin buruk dan karirnya terancam.
Oknum petugas Sat Pol PP Gowa yang diduga memukul wanita hamil pemilik kafe, karena masih buka saat PPKM Mikro di Panciro Kecamatan Bajeng Gowa tetap akan diproses.
Sebab, tindakan itu memang tidak dibenarkan, apakah terlepas si wanita hamil atau tidak. Dalam menjalankan tugas, hendaknya aparat tetap menahan diri.