Breaking News:

Mahfud MD Kritik Penulis Ikatan Cinta, Sarah Minta Ditahan, Mengaku Bunuh Roy: Kurang Paham Hukum

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sampai mengkritik langsung penulis skenario sinetron Ikatan Cinta.

Editor: RM. Resha A.U
Tribunnews.com
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD 

SRIPOKU.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sampai mengkritik langsung penulis skenario sinetron Ikatan Cinta.

Mahfud MD menilai, pemahaman hukum si penulis cerita Ikatan Cinta kali ini dinilai kurang.

Dalam cerita Ikatan Cinta tersebut, Mahfud MD mengatakan bahwa Sarah (Diperankan Natasha Dewanti) yang ditahan karena mengaku telah membunuh Roy (Fiki Alman), dinilai tak tepat dari segi hukum.

"Tp pemahaman hukum penulis cerita kurang pas. Sarah yg mengaku dan minta dihukum krn membunuh Roy langsung ditahan. Padahal pengakuan dlm hukum pidana itu bkn bukti yg kuat." kicaunya melalui Twitter @mohmahfudmd.

Sekedar informasi, Sebagai informasi, dalam sinetron yang dibintangi Amanda Manopo dan Aldebaran dikisahkan bahwa pembunuh Roy yang sebenarnya adalah Elsa (Glenca Chysara).

Setelah semuanya terbongkar, Sarah yang merupakan ibunda Elsa langsung mengaku bahwa ia pembunuh Roy demi melindungi anaknya agar tidak dipenjara.

"Lah, dlm hukum pidana tak sembarang org mengaku lalu ditahan. Kalau bgt nanti bnyk org berbuat jahat lalu menyuruh (membayar) org utk mengaku shg pelaku yg sebenarnya bebas." tulisnya.

Terlepas dari itu semua, Mahfud MD mengaku sinetron garapan sutradara Doddy Djanas sangat asyik disaksikan.

Baca juga: Sinopsis Sinetron Ikatan Cinta 16 Juli, Memilih Jujur, Sumarno Tolak Mentah-mentah Permintaan Elsa

"PPKM memberi kesempatan kpd sy nonton serial sinetron Ikatan Cinta. Asyik jg sih, meski agak muter-muter," tulis Mahfud MD.

Mahfud MD Kritik Sikap Sarah Minta Ditahan, Mengaku Bunuh Roy di Ikatan Cinta: Kurang Paham Hukum

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved