Breaking News:

Lonjakan Kasus Covid

3 LANGKAH India Bikin Mati Virus Corona Ganas Varian Delta: Sehari Pernah 400 Ribu Kasus Covid-19

Pada April-Mei 2021, India mengalami lonjakan kasus baru Covid-19 sangat tinggi yang diibaratkan seperti tsunami.

Editor: Wiedarto
AFP
Suasana kremasi masal mereka yang meninggal dunia akibat penyakit virus corona (Covid-19) di sebuah krematorium di New Delhi, India, Senin (26/4/2021) lalu. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA--Pada April-Mei 2021, India mengalami lonjakan kasus baru Covid-19 sangat tinggi yang diibaratkan seperti tsunami. Setelah kurva melandai pada awal tahun, kasus Covid-19 India tiba-tiba melonjak tinggi hingga ratusan ribu kasus per hari. Menurut data Worldometers, puncak tertingginya adalah tanggal 6 Mei ketika dalam sehari ada 414.433 kasus baru virus corona di India.

Namun, setelah dihantam tsunami Covid-19, kurva kasus baru di India perlahan turun lagi. Sejak pertengahan Juni, angkanya stabil di bawah 70.000 kasus harian, lalu memasuki Juli berada di kisaran 30.000-40.000 kasus per hari.

Lantas, apa yang dilakukan India? Pakar kesehatan dari Universitas Indonesia, Prof Tjandra Yoga Aditama, mengemukakan bahwa India melakukan berbagai upaya maksimal sehingga angka kasus baru terus turun dengan cepat.

"Pada 8 Mei 2021, ada 400.000 kasus, kemarin (7/7/2021) angkanya turun sepuluh kali lipat dalam waktu dua bulan. Pada 10 Juni 2021, angkanya 100.000 kasus dan sekarang sudah di bawah 40.000 kasus," katanya dikutip dari Antara, 8 Juli 2021.

"Angka kasus di India naik hingga 40 kali lipat, tapi di sisi lain dia turun dengan sangat cepat," ungkap eks Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara periode 2018-2020 itu saat menjadi pembicara dalam agenda Diskusi Penanganan Covid-19 di Indonesia yang diselenggarakan LKBN Antara di Jakarta, Kamis (8/7/2021).

Berikut adalah tiga langkah utama India dalam meredakan tsunami Covid-19.

1. Pembatasan sosial berbagai tingkat

Langkah pertama, ketika kasus meningkat tajam di India, beberapa daerah atau negara bagian di negara itu melakukan berbagai tingkat pembatasan sosial. Ada yang membatasi kegiatan dengan pemberlakuan jam malam, dan ada juga yang lockdown secara penuh atau sebagian sampai beberapa waktu, jelas Tjandra.

Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu melanjutkan, India juga menganalisis pola pergerakan pada saat pembatasan kegiatan yang dihubungkan dengan penurunan jumlah kasus harian. Pada masa pengetatan wilayah, kata Tjandra, semua sektor aktivitas masyarakat dihentikan, termasuk buruh dan pabrik, semua berhenti secara total karena dikhawatirkan memberikan dampak pada pekerja.

"New Delhi misalnya, mulai menerapkan lockdown total pada 17 April 2021 dan ketika kasus mulai terkendali, maka pada 31 Mei 2021 mulai dilakukan pelonggaran dalam bentuk unlocking process secara bertahap."

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved