PON Papua

Anggaran Sangat Minim, KONI Sumsel Pangkas Setengah Lebih Personel Kontingen PON Papua

Konsepsi KONI Sumsel sejak awal sebetulnya sudah mengakomodir kebutuhan cabor, atlet. KONI telah mengajukan Rp 103 M. Diskusi lagi dikurangi Rp 95 M.

Tayang:
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
HUMAS KONI SUMSEL
Kabid/Wakabid Binpres seluruh Pelatih Cabor Pelatda PON XX KONI Provinsi Sumatera Selatan di Palembang mengikuti rapat di Wisma Atlet Jakabaring Sport City Palembang dengan agenda Persiapan Kontingen, Rabu (14/7/2021) malam. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sangat minimnya anggaran olahraga membuat KONI Provinsi Sumatera Selatan lebih selektif lagi memilih personel kontingen yang akan diberangkatkan ke PON XX 2-15 Oktober 2021 mendatang.

Untuk itulah para pelatih cabor Pelatda Terpusat PON XX KONI Provinsi Sumatera Selatan di Palembang mengikuti rapat di Wisma Atlet Jakabaring Sport City Palembang dengan agenda Persiapan Kontingen, Rabu (14/7/2021) malam.

DR H Meirizal Usra MKes Kabid Binpres KONI Sumsel selaku Wakil Ketua Pelatda dan Koordinator Perencanaan Program Latihan Pelatda PON XX KONI Sumsel Indrayadi SE memberikan penjelasan penilaian yang layak berangkat dengan menyesuaikan anggaran nantinya.

Dari materi latihan, evaluasi berkala yang dilakukan Tim Monev (monitoring dan evaluasi) untuk menentukan layak berangkat pelatih dan atlet masing-masing cabor.

Kemudian mendiskusikan kebutuhan dan pelayanan atlet baik sarana prasarana gizi, nutrisi, menu makanan.

Apapun perkembangan kondisi di lapangan bisa terdeteksi apapun hambatan bisa dicari solusi sehingga tidak berlama lama.

Baca juga: Harapan Atlet Anggar Sumsel Usai Targetkan 2 Medali Emas Saat PON 2021 di Papua

"Kita melakukannya penyamaan persepsi dengan pelatih karena kita punya target karena anggaran juga terbatas. Apabila anggaran tidak mencukupi, maka kemungkinan kita akan melakukan seleksi atlet," ungkap Pelaksana Tugas Ketua Tim Pelatda Terpusat Sumsel PON XX, Ir Suparman Romans kepada Sripoku.com, Kamis (15/7/2021).

Pasalnya hingga kini KONI Provinsi Sumsel masih menunggu kebijakan Gubernur Sumsel apakah pengajuan anggaran KONI diakomodir dalam APBD Perubahan.

"Ini menunggu kebijakan gubernur. Kalau anggaran tidak mencukupi langkah seleksi pemain kita lakukan. Anggaran Rp 53 miliar itu total maksimal sudah diajukan. Apakah diakomodir semuanya di APBD Perubahan, itu yang kita tunggu," terang Suparman.

Seperti diketahui KONI tengah menyeimbangkan antara anggaran yang tersedia dengan jumlah personel atlet, pelatih yang akan diberangkatkan.

"Atlet Pelatda kita ada 102 dan pelatih ada 48. Kalau dilakukan seleksi menyesuaikan anggaran diciutkan menjadi 60-65 atlet. Tentu pelatih juga akan dikurangi, separoh atau separoh lebih dikit dari jumlah atlet. Dengan catatan, kalau anggarannya terbatas," kata Suparman.

Baca juga: Perbakin Sumsel Pesimis Pertahankan Medali di PON XX Papua, Berikut Alasannya

Menurut Sekumpulan KONI Sumsel ini, dalam merampingkan personel yang diseleksi benar-benar layak diberangkatkan ada beberapa kriteria pertimbangan.

"Dari atlet yang lolos PON ini kemudian diprioritaskan. Yang pertama yang berpeluang meraih medali. Kemudian yang kedua atlet potensial diproyeksikan masih punya prospek bisa berprestasi di PON XXI 2024. Atlet usia muda dan potensial. Kalau diasah lagi di titik puncak di PON XXI," papar Suparman.

Mantan Ketum KONI Palembang ini mengatakan langkah persiapan ini diambil karena belajar dari pengalaman pengajuan anggaran KONI selama ini mengalami pencoretan jauh dari ekspektasi.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved