Virus Corona di Sumsel

BOR Palembang Sudah 89 Persen, Sumsel Bersiap Hadapi Situasi Sulit di Era Pandemi Covid-19

"Kita sudah buka tower 7 di Wisma Atlet Jakabaring untuk antisipasi. Jadi sudah ada 100 bed, meski di tower 8 masih ada 10 atau 11 bed lagi,"

Editor: Refly Permana
istimewa
Penampakan di salah satu kamar Wisma Atlet Jakabaring beberapa waktu yang lalu. 

Penulis: Arief

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Angka keterisian tempat tidur di rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Sumatera Selatan (Sumsel) sebelumnya mencapai 74 persen kini sudah mencapai 77 persen.

Bahkan, BOR di Palembang mendekati angka 90 persen atau tepatnya mencapai 89 persen. Untuk itu, tower 7 di Wisma Atlet Jakabaring telah dibuka dengan kapasitas bed 100.

"Kita sudah buka tower 7 di Wisma Atlet Jakabaring untuk antisipasi. Jadi sudah ada 100 bed, meski di tower 8 masih ada 10 atau 11 bed lagi," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nurainy, Sabtu (10/7/2021).

Selain itu, pihaknya berharap pemerintah kabupaten maupun kota se Sumsel sudah diperintahkan melalui surat edaran Gubernur Sumsel untuk menyiapkan rumah sakit darurat dimasing- masing wilayahnya, tanpa harus dirujuk ke Palembang.

Covid-19 Makin Mengganas, Luhut Ungkap Serangan Diprediksi 9 Hari ke Depan, Dorong RS Konversi BOR

"Kita juga sudah menyampaikan surat edaran gubernur ke Kabupaten/Kota, agar memperhatikan ketersian tempat tidur di rumah sakit masing- masing.

Kalau sudah diatas 85 persen untuk membuat RS darurat dan juga membuka juga rumah sehat seperti di Jakabaring, hal ini untuk mengurangi keterisian di RS, jadi yang dinyatakan positif dengan gejala ringan, cukup ditempatka di isolasi (rumah sehat) tanpa harus dirawat di RS," jelas Lesty.

Lesty mengungkapkan jika saat ini sudah dibuka vaksinasi untuk anak usia12-17 tahun, dimana sebelumnya dibuka 18 tahun dan 50 tahun sudah berjalan.

"Artinya, segmentasi vaksin ini sudah tidak ada dan seluruhnya sudah bisa divaksin, hanya saja masalah di Sumsel ini stok vaksin terbatas, namun sudah bertahap dikirim Kemenkes.

Dimana vaksin yang telah dikirim akan kita lakukan vaksinasi dan itu habis terserap, alhamdullilah saat uji coba 26 Juni lalu yang 1 juta vaksin per hari Sumsel dapat target 31.696 tapi kita tercapai 77.815 ribuan. Artinya animo masyarakat tinggi," ungkapnya.

Selain itu, tim vaksinator juga dikatakan Lesty saat ini sudah sangat bersemangat dan ada penambahan vaksinator yang ada dari Dinkes dan TNI/ Polri sekitar 2.800, ada penambahan dari Polda Sumsel sebanyak 70 orang vaksinator untuk dilatih, sehingga ada  3 ribuan lebih vaksinator.

Saat Corona Varian Kappa Ada di Sumsel BOR Sudah Capai 68 Persen, di Linggau Ada yang 100 Persen

"Kita siap melakukan vaksinasi, dengan tujuan supaya Sumsel mencapai imunitas minimal 70 persen masyaraktanya tervaksin, untuk mencegah penularan dan mencegah adanya kematian dari kesakitan yang parah akibat terkena covid-19 dengan kekebalan imunitas," ujarnya.

Diakui Lesty, saat ini total vaksin yang telah diterima Sumsel sebanyak 1,5 juta dosis vaksin, dimana serapannya hampir habis (tinggi serapannya) tinggal vaksin yang baru datang sebelumnya.

"Semua sama vaksin yang digunakan, baik untuk anak hingga lansia yaitu vaksin sinovac yang persentase efektifitas pada tahap 1 diatas 65 persen dan tahap dua hingga 90 persen, dimana yang sudah terserap sekitar 1,1 juta, sisanya rata- rata untuk dosis tahap dua. Artinya, sudah keseluruhannya," capnya.

Ia pun melanjutkan jika saat ini masih menunggu tambahan vaksin dari pusat, dan berharap hal ini didengar pusat, apalagi Guberbur Sumsel sudah mengirim surat ke ke Menkes untuk meminta tambahan vaksin tambahan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved