Breaking News:

14 Kemampuan Komplit Paspampres yang Jarang Temui Tandingan, Perisai Hidup Presiden, Ini Faktanya

Terlihat bagaimana Praka Izroi yang masih muda itu tak terpancing oleh intimasi para petugas yang tidak tahu dan bagaimana dia tetap tenang

Editor: Hendra Kusuma
HO/SRIPOKU.COM/KOMPAS.COM
Paspampres dan 14 Kemampuan khusus yang jarang temui tandingan, insert Praka Izroi anggota Paspamres di Pos Penyekatan Jumat (9/7/2021) kemarin 

"Maka untuk melihat apakah dia bisa mengatasi rasa takut, jika ditugaskan berkali-kali tidak cenderung represif, tidak cenderung bunuh diri, tidak mudah bosan dengan rutinitas yang ada. Jangan sampai mereka memiliki potensi membahayakan VVIP," ujar Fauzi.

Sementara untuk fisik, seorang calon anggota Paspampres harus meraih nilai kesegaran jasmani yang baik, mampu berjalan cepat, berenang 500 meter, dan mahir menembak.

Maka itu Paspampres memiliki kondisi fisik dan mental yang sangat baik dari orang biasa. Kesabaran tingkat tinggi, keuletan dan tidak pantang menyerah, tidak mudah terpengaruh apapun dan bertindak dengan penuh perhitungan.

3. Siap Jadi Perisai Hidup

Paspampres harus siap menjadi perisai hidup, maka tak heran, mereka harus dilengkapi dengan berbagai kualifakasi, tak hanya kemampuan fisik dan psikis di atas rata-rata, tetapi keterampilan khusus dan kejelian.

Maka itu berikut ini merupakan syarat berat untuk menjadi Paspampres dan bisa dikatakan harus melewati tahapan berikut ini:

- Memiliki Tinggi Badan Minimal 174 cm

- Bisa berenang hinggga 500 meter

- Bisa menyelam tanpa alat bantu

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

- Bisa menempuh jarak 1 kilometer dengan cara berjalan cepat hanya dalam waktu 7 menit

- Kekuatan dan ketahanan fisik prima dan di atara rata-rata

- Siap menjadi perisai hidup presiden dan keluarga

- IQ dialam kategori lebih dari cukup di atas rata-rata orang biasa dan hingga cerdas atau jenius

- Bisa berkomunikasi dengan baik terutama berbahasa Inggris dengan baik dan benar

- Mampu membaca situasi dan cepat menguasainya, membaca mimik dan gerak tubuh seseorang dengan pembelajaran ilmu komunikasi sosial secara khusus

- Memiliki kemampuan menembak sasaran dengan baik dan tepat atau selevel sniper, si penembak jitu.

- Menguasai kemampuan bela diri dengan baik, minimal sabuk cokelat dari berbagai seni bela diri yang ada

- Berasa dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU yang tergabung dalam pasukan elite ketiga matra TNI tersebut

4. Melewati Latihan Berat

Selain Melakukan pengamanan fisik langsung jarak dekat terhadap Presiden RI dan atau VVIP lainnya, maka wajar mereka harus memiliki kualifikasi yakni, Berpenampilan menarik serta tinggi badan minimal 175 cm,

ilustrasi
Update 9 Juli 2021. (https://covid19.go.id/)
  • Kemampuan menembak di atas rata-rata,
  • Bisa berbahasa Inggris, Mampu berjalan cepat dengan catatan 1 kilometer maksimal 7 menit.

Dengan kemampuan dasar dilengkapi dengan bela diri tersebut, mereka harus melewati latihan berat lagi sebelum menjalani tugasnya dan dibekali dengan kemampuan tambahan.

- Membuka Jalan dengan Mengendari Moge

Kemampuan khusus Membuka jalan dalam iring-iringan mobil obyek VVIP. Menjadi tameng terdepan dalam melindungi VVIP manakala ada ancaman di jalan raya didapatkan melalui latihan.

Mereka dibekali dengan kemampuan mengemudikan motor gede dan memiliki keahlian berkendara yang baik agar bisa bermanuver di jalan tanpa membahayakan keselamatan VVIP.

- Menembak dari atas motor yang melaju kencang

Tak hanya mampu menembak tepat saran, setelah menjadi anggota Paspampres, mereka dituntut untuk memiliki kemampuan lebuh khusus lagi, seperti menjadiahli menembak dari atas sepeda motor yang melaju kencang,
Mengendarai sepeda motor dengan kecepatan maksimal dalam aksi penyelamatan sembari tetap menjaga obyek pengamanan, kemudian
Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara tepat dan cepat dalam situasi genting, dan termasuk pemilihan rute evakuasi dan tindakan evakuasi.

Semua ini didapatkan dengan proses latihan yang sangat keras dan lama.

- Memiliki kemampuan menyamar dengan baik.

Membaca situasi dengan cepat, dan menguasai lokasi dan situasi mulai dari keamanan hingga menjadi tempat itu sebagai landasan untuk menghadapi serangan musuh.

4. Kesuksesan Paspampres dari Masa ke masa

1. Presiden Soekarno

Presiden Soekarno selamat dari tujuh upaya pembunuhan. Beberapa di antaranya, pasukan pengamanan presiden mengorbankan diri sebagai perisai hidup presiden.

Ketujuh upaya pembunuhan itu yakni pelemparan granat di Sekolah Perguruan Cikini tahun 1957, penembakan Istana dari pesawat Mig-17 yang diterbangkan Daniel Maukar tahun 1960, pencegatan di Jembatan Rajamandala tahun 1960, pelemparan granat di Makassar tahun 1962, penembakan saat shalat Idul Adha pada tahun 1962, penembakan mortir oleh kelompok Kahar Muzakar pada tahun 1960-an, dan granat Cimanggis tahun 1964.

2. Presiden Soeharto

Pengamanan masa Presiden Soeharto dikenal sangat ketat, bahkan diibaratkan lalat saja tidak bisa masuk ring 1 pengamanan Presiden.

Meski Soeharto dikenal tertib mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan, ada kalanya dia tak ingin pengawalan berlebihan.

Misalnya, saat hendak menuju Istana dari rumahnya di Jalan Cendana, Menteng, dia tidak ingin iring-iringan pengawalan panjang karena akan membuat macet jalan.

Paspampres pun mencari akal dengan meminta pihak kepolisian menyalakan lampu hijau setiap kali rombongan presiden melintasi lampu lalu lintas.

Trik Paspampres ini kemudian terendus Soeharto dan meminta agar cara itu tak dilakukan lagi.

3. Presiden BJ Habibie

Presiden Habibie yang lama menetap di Jerman sangat mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kesukaan Habibie adalah menyetir mobil sendiri.

Saat keinginan ini muncul, Habibie biasanya hanya memperbolehkan Komandan Paspampres dan ajudan untuk ikut serta dalam mobil tersebut.

4. Presiden Abdurrahman Wahid

Ketika itu, Teman-teman Gus Dur ketika itu kerap mengunjungi Istana dengan menggunakan sarung dan sandal jepit sehingga tidak sesuai dengan protap, yakni berkemeja, sepatu, dan celana rapi.

Alhasil, Paspampres pun melonggarkan protapnya dengan memperbolehkan tamu-tamu Gus Dur tersebut.

Kepemimpinan Gus Dur yang kontroversial juga memicu banyak gelombang protes masyarakat.

Suatu ketika, pesawat Gus Dur yang baru mendarat dikepung demonstran.

Paspampres saat itu meminta Gus Dur tidak keluar karena ancaman yang mungkin muncul.

Namun, dengan santai, Gus Dur mengaku ingin turun dari pesawat.

“Mereka hanya butuh diajak ngobrol,” ucapnya ketika itu.

4. Presiden Megawati Soerkarnoputri

Setiap presiden memiliki gaya dan style masing-masing. Begitupun presiden ke-4 RI ini, Ketika berada dalam iring-iringan dan melewati keramaian, Megawati kerap menurunkan kaca “mobil keras” (mobil pengamanan presiden) untuk sekadar menyapa dan melambaikan tangan kepada khalayak. Karena “mobil keras” didesain untuk pengamanan tertutup, fungsi naik kaca mobil ini sering rusak dan butuh perbaikan.

Megawati juga suka berkeliling Ibu Kota dengan menggunakan VW Caravelle. Suatu ketika saat menggunakan mobilnya itu, Megawati ingin mencicipi nasi goreng Kebon Sirih. Maka, Paspampres-lah yang kemudian memesan nasi goreng itu dan memastikan keamanan nasi goreng itu. Setelah aman, nasi goreng itu baru diberikan kepada Megawati.

5. Presiden SBY

Protokoler pada masa pemerintahan SBY sangat tertib dan teratur dijalankan dengan pengamanan Paspampres.

Setiap acara temu warga hingga doorstop bersama wartawan, Paspampres memastikan ada jarak 5 meter dengan Presiden SBY.

Pada era pemerintahan SBY ini pula, Grup D Paspampres yang bertugas mengamankan para mantan presiden dan mantan wakil presiden dibentuk.

6. Presiden Jokowi

Setelah Jokowi dilantik, jutaan warga memenuhi sepanjang Semanggi hingga Istana Merdeka.

Iring-iringan kendaraan yang mengangkut Jokowi pun terjebak kemacetan parah. Paspampres pun memutuskan berjalan kaki sampai ke Istana sambil menghalau massa yang ada di sekeliling mobil Jokowi.

Kisah menarik juga datang dari keluarga Jokowi yang dikenal sederhana. Ibu Negara Iriana, misalnya, lebih suka pulang ke Solo, Jawa Tengah, dengan menggunakan pesawat komersial di kelas ekonomi.

Paspampres pun harus berimprovisasi.

7. Sejarah Panjang

Sebelumnya pengawal presiden ini telah mengalami berbagai proses dan beberapa kali perhatian nama.

Nama awalnya adalah Detasemen Kawal Pribadi pada tahun 1946.

Kemudian berganti nama menjadi Risemn Tjakrabirawa di tahun 1962.

Semua nama di atas di Era Presiden Soekarno.

Lalu berganti lagi menjadi Satgas Pomad Para di tahun 1966, setelah terjadi pengambilahan kekuasaan di masa Presiden Soeharto.

Kemudian di era Soeharto berganti nama menjadi Paswapres 1970.

Lalu tepatnya pada 1988 hingga kini ditetapkan sebagai Paspamres.

8. Melalui latihan super berat dan menyeramkan

Anggota Paspampres dengan segala atribut, kelengkapan dan kemampuannya sebagai perisai hidup Presiden dan Keluarganya ditempa dalam latihan keras setelah direkrut dari kesatuan elite yang sebelumnya menjadi tempat mereka menempa diri.

9. Berikut 14 Kemampuan Komplit Paspampres yang Jarang Temui Tandingan

1. Memiliki Tinggi Badan Minimal 175 cm dan bentuk fisik yang proporsional.

2. Bisa berenang hinggga 500 meter lebih

3. Bisa menyelam tanpa alat bantu dalam waktu yang lama dan bisa bergerak cepat di dalam air.

4. Bisa menempuh jarak 1 kilometer dengan cara berjalan cepat hanya dalam waktu 7 menit

5. Memiliki Kekuatan dan ketahanan fisik prima dan di atara rata-rata

6. Siap menjadi perisai hidup presiden dan keluarga, sehingga dibekali dengan kekuatan dan kemampuan fisik yang di atas rata-rata prajurit lain

7. Memiliki IQ dalam kategori lebih dari cukup di atas rata-rata orang biasa dan hingga cerdas atau jenius, sehingga mampu mengatasi tekanan, dan tidak mudah terpancing emosi atau hal teknis lainnya yang merugikan

8. Bisa berkomunikasi dengan baik terutama berbahasa Inggris dengan baik dan benar

9. Mampu membaca situasi dan cepat menguasainya, membaca mimik dan gerak tubuh seseorang dengan pembelajaran ilmu komunikasi sosial secara khusus

10. Memiliki kemampuan menembak sasaran dengan baik dan tepat atau selevel sniper, si penembak jitu.

11. Menguasai kemampuan bela diri dengan baik, minimal sabuk cokelat dari berbagai seni bela diri yang ada

12. Membuka Jalan dengan Mengendari Moge

13. Mampu Menembak tepat saaran dari atas motor yang melaju kencang

14. Memiliki kemampuan menyamar dengan baik. Membaca situasi dengan cepat, dan menguasai lokasi dan situasi mulai dari keamanan hingga menjadi tempat itu sebagai landasan untuk menghadapi serangan musuh.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved