Media Asing Soroti Serangan Virus Delta di Indonesia dan Dugaan 1 Dokter Meninggal Meski Divaksin
Seperti diketahui, baru-baru ini Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat total 61 dokter meninggal setelah terinfeksi Covid-19 sejak Februari-Mei 2021
Adib menambahkan, laporan kematian dokter akibat terpapar Covid-19 juga mengalami kenaikan pada Juni 2021. Dalam pekan ketiga, ia sudah menerima hampir 20 dokter yang meninggal, padahal April-Mei lalu hanya di bawah 10 orang. Secara kumulatif sudah ada 374 dokter yang meninggal akibat Covid-19 sejauh ini.
Sementara untuk dokter yang terpapar Covid-19 meski sudah divaksin, Adib menyebut IDI masih memerlukan informasi dan analisis lebih lanjut. Namun, IDI mencatat dari 2 Maret 2020 hingga kini, sudah ada lebih dari 2.500 dokter yang terpapar Covid-19.
"Kondisi sampai meninggal harus kita data, ataukah memang ada komorbid atau atau tidak. Tapi yang jelas komorbid memperparah kondisi pasien, seperti di Kudus dari 380-an nakes yang terpapar, 70 orang itu dokter, sudah divaksin. Dan yang kritis dan meninggal ada satu, faktor usia di atas 60 tahun dan ada komorbid," jelasnya.
Sementara status vaksinasi sebanyak 31 orang lainnya yang meninggal dalam lima bulan terakhir saat ini sedang dalam pendalaman.
Di antara para profesional kesehatan masyarakat yang meninggal setelah divaksinasi dengan Sinovac adalah Dr. Suhendro Sastrowiwoho.
Ia merupakan seorang petugas medis garis depan di kota Kudus di Jawa.
Sementara itu, data terakhir dari New York Times mengungkapkan memang benar adanya dokter yang sudah berusia 75 meninggal karena Covid-19 meski sudah menjalani vaksin.
Lalu, dua perawat dan ahli gizi, semuanya telah divaksinasi lengkap, juga meninggal bulan ini di kota yang sama.
Maka itu,ganasnya Virus Delta menjadi bukti setelah kematian sang dokter, meski lagi-lagi pihak IDI menyatakan semuanya masih perlu dianaliasis lagi.
Terkait situasi di Kusud, membandingkan kabar dari New York Times, Ketua IDI Kudus, dr Ahmad Syaifuddin M Kes di Kudus mengatakan, tingginya angka kasus penularan Covid-19 di daerah tersebut setelah libur Lebaran juga tak hanya membuat fasilitas kesehatan penuh pasien.
Namun, menurut dr Ahmad Syaifuddin M.Kes, ada 500 tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19. Namun sejauh ini ia masih menunggu update data (nakes).
"Hanya saja hingga minggu kemarin sudah lebih dari 500 nakes yang terpapar. Kondisinya, satu dokter, dua perawat dan satu ahli gizi meninggal dunia," papar dr Ipul, biasa ia disapa. Dr Ipul ini mengabarkan kondisi terkin pasien di RS.
"BOR di rumah sakit berkisar antara 80 sampai 85 persen setiap hari. Karena rumah sakit-rumah sakit di Kudus, ketika awal-awal lonjakan diminta untuk meningkatkan fasilitas tempat tidur sampai 50 persen," jelas dr Ipul.
Seperti diketahui, tak hanya Indonesia, negara-negara lain seperti Mongolia, Seychelles, dan Bahrain yang mengandalkan vaksin Covid-19 China yang mudah diakses, juga berjuang melawan lonjakan infeksi sekarang, lapor NYT.
Seperti dilansir dari Worldometers pada Jumat (25/6/2021) pukul 06.00 WIB, virus penyebab Covid-19 telah menginfeksi 180.729.556 orang secara global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/mutasi-virus-delta-yang-kini-masuk-sumsel-lebih-pintar-dan-bahaya-berpapasan-5-10-bisa-tertular.jpg)