Media Asing Soroti Serangan Virus Delta di Indonesia dan Dugaan 1 Dokter Meninggal Meski Divaksin

Seperti diketahui, baru-baru ini Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat total 61 dokter meninggal setelah terinfeksi Covid-19 sejak Februari-Mei 2021

Editor: Hendra Kusuma
Istimewa/kompas.com
Bahaya varian baru mutasi dari India, Media Asing Soroti Serangan Virus Delta di Indonesia dan Dugaan 1 Dokter Meninggal Meski Divaksin 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Sejumlah Media Asing Soroti Serangan Virus Delta di Indonesia dan Dugaan 1 Dokter Meninggal Meski Divaksin.

Seperti diketahui, baru-baru ini Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat total 61 dokter meninggal setelah terinfeksi Covid-19 sejak Februari hingga Mei 2021.

Bahkan, 14 di antaranya diketahui sudah mendapat suntikan dosis vaksin virus corona. Meski kemudian pihak IDI seperti dilansir dari kompas.com menyatakan, terkait dengan hal ini, masih perlu diteliti lagi kebenarannya.

Namun tak pelak, berita tersebut menjadi sorotan media asing, yang menilai Indonesia dalam kondisi buruk setelah serangan Virus Delta dari India.

Bahkan Media Asing menilai, hal ini luput dari perhatian media di Indonesia, ketika seorang dokter berusia 75 tahun meninggal dunia pasca menjalani vaksin.

Fakta dokter di Kudus meninggal setelah vaksin tetapi kemudian meninggalkan sesaat setelah terpapar Covid-19, diungkapkan oleh Intisari yang melansir dari situs media asing yakni, hindustantimes.com (26/6/2021).

Dalam catatan hindustantimes, Indonesia menjadi sorotan dunia ketika Varian Virus Delta, hasil mutasi dari Covid-19 terus melonjak dan menghantuan Indonesia.

Padahal India baru saja mengalami penurunan kasus, sementara Indonesia baru saja mulai, bahkan data terakhir Minggu (27/6/2021) menunjukkan jika lonjakan kasus Covid-19 tembus di angkat 2 juta lebih kasus.

Tak Terendus Media Indonesia

Media luar lainnya, New York Times telah melaporkan peristiwa tersebut dan menyatakan tak terendus di media Indonesia.

Tetapi kemudian diketahui dan diberitakan oleh New York Times, bahwa para dokter dan petugas kesehatan yang menjadi garda terdepan di pusat penanganan penyakit Covid-19 di Indonesia sakit itu banyak yang meninggal.

Terkait dengan data dokter meninggal terpapar Covid-19 dibenarkan oleh Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI Adib Khumaidi yang merinci, ada 10 orang telah mendapat dua dosis vaksin Covid-19, sementara 4 lainnya baru menerima satu dosis.

Sedangkan 47 dokter lainnya yang meninggal belum divaksin lantaran tidak memenuhi syarat vaksin terkait komorbid alias penyakit penyerta yang mereka miliki.

"Data kami dari Februari 23 persen dokter yang meninggal sudah divaksin. Jadi dari 61 orang dokter itu, yang sudah divaksin baru 14, yang lain belum," kata Adib seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (23/6) lalu.

Namun untuk dokter yang meninggal karena vaksin memang perlu dianalisis lagi apakah benar demikian. Tetapi ia menilai meningkatnya jumlah dokter yang meninggal disebabkan daya imunitas mereka mengalami penurunan seiring dengan besaran kasus yang dihadapi juga semakin tinggi.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved