Breaking News:

ULP Pendopo Kerja Keras Tertibkan Tunggakan

Pelanggan yang membayar tagihan listrik melebihi batas akhir masa pembayaran, yakni tanggal 20 setiap bulan, akan dikenakan Biaya Keterlambatan (BK).

Editor: Yandi Triansyah
Dokumen PLN
ULP Pendopo Menyelesaikan tunggakan rekening listrik 

SRIPOKU.COM - Sebagai pengguna sekaligus warga negara yang bijak, membayar listrik tepat waktu merupakan suatu kewajiban. Peraturan PLN menetapkan pembayaran listrik pascabayar harus dilakukan paling lambat tanggal 20 setiap bulannya.

Pelanggan yang membayar tagihan listrik melebihi batas akhir masa pembayaran, yakni tanggal 20 setiap bulan, akan dikenakan Biaya Keterlambatan (BK).

Sementara untuk prabayar, pelanggan harus melakukan isi ulang daya listrik menggunakan token.

Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan demi keberlangsungan aktivitas masyarakat agar listrik dapat terus dinikmati, tentunya penertiban tunggakan menjadi salah satu tugas penting yang diemban PLN, salah satunya ULP Pendopo.

Menyelesaikan tunggakan rekening listrik miliki tantangan tersendiri, seperti yang dialami oleh ULP Pendopo.

Pemutusan dan bongkar rampung menjadi konsekuensi jika tagihan listrik tak kunjung dibayar. Tentunya, pemutusan dan bongkar rampung dilakukan PLN sesuai prosedur yang ditetapkan.

Pelanggan pascabayar yang membayar listrik melampaui batas akhir masa pembayaran akan dikenakan Biaya Keterlambatan (BK).

Hal ini tercantum dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI No. 27 Tahun 2017 tentang Tingkat Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT PLN (Persero).

Tunggakan bulan pertama akan mengakibatkan pemutusan Miniature Circuit Breaker (MCB).

Jika tunggakan sudah memasuki bulan kedua, listrik akan diputus sementara dengan pembongkaran Alat Pengukur dan Pembatas (APP) berupa kWH meter dan MCB.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved