Breaking News:

Palembang Emas

Dinilai Membahayakan Pengendara, Sekda Cek Lokasi Tumpahan Pasir dan Batu Pecah

Tumpahan pasir dan batu pecah berukuran 1 x 2 centi meter (cm) mengotori serta membahayakan pengendara sepeda motor di sepanjang Jalan Flyover Simpang

Penulis: Rahmaliyah | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Palembang, tampak membersihkan tumpahan pasir dan batu pecah yang berhamburan sepanjang Jalan Flyover Simpang Polda, Rabu (23/6/2021).  

Laporan Wartawan Sripoku. com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Tumpahan pasir dan batu pecah berukuran 1 x 2 centi meter (cm) mengotori serta membahayakan pengendara sepeda motor di sepanjang Jalan Flyover Simpang Polda, Rabu (23/6/2021).

Berhamburan koral - koral berukuran kecil Ini diduga terjadi karena truk bermuatan melebihi kapasitas sehingga bahan yang diangkut berhamburan di atas badan jalan. 

Melihat hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Drs Ratu Dewa MSi mengecek langsung lokasi tumpahan pasir dan koral tersebut, sekaligus mengevaluasi agar hal ini tak terulang lagi.

Harnojoyo Masih Pertimbangkan untuk Pembatasan Jam Operasional Hingga Pukul 20.00

Peringati Hari Anti Narkotika Internasional, Polda Sumsel: Perang Melawan Narkoba

Pasalnya, kata Ratu Dewa, tumpahan koral dan pasir tersebut sangat membahayakan para pengendara yang melintas, khususnya bagi roda dua, sepeda motor. 

"Jelas ini dikhawatirkan akan membuat pengendara terjatuh terlebih saat memacu kendaraan dengan cepat. Karenanya, sebelum itu terjadi kita minta dinas terkait melakukan penyemprotan air untuk membersihkan bekas tumpahan pasir dan batu pecah ini," katanya. 

Satu unit armada pemadam kebakaran milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Palembang dikerahkan untuk membersihkan bekas tumpahan tersebut. 

"Karena tumpahan koral dan pasir ini cukup banyak dari pangkal jembatan Flyover Simpang Polda sampai ke pertengahan jembatan karenanya kita minta bantu dari PBK Kota Palembang untuk membersihkan dengan cara disemprot dengan air," tuturnya. 

Disisi lain, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) agar petugas dapat mengawasi truk-truk yang melintas agar tidak melebihi kapasitas bak truk.

Selain berbahaya untuk kendaraan yang bersangkutan namun juga bagi pengendara lain. 

"Sesuai aturan truk barang atau muatan ini tak boleh melintas di Jalan Protokol di jam - jam tertentu. Bila terbukti ada yang melanggar maka sanksi bisa saja dikenakan," tandasnya. (Yak) 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved