Breaking News:

Palembang Emas

Harnojoyo Masih Pertimbangkan untuk Pembatasan Jam Operasional Hingga Pukul 20.00

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro kembali diperpanjang.

Penulis: Rahmaliyah | Editor: bodok
Harnojoyo Masih Pertimbangkan untuk Pembatasan Jam Operasional Hingga Pukul 20.00
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Walikota Palembang H Harnojoyo

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro kembali diperpanjang.

Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya Kota Palembang masuk sebagai wilayah yang berstatus Zona Merah.

Sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 14 Tahun 2021 pada, Senin (21/6/2021) lalu, tertuang sejumlah aturan seperti kegiatan warung makan, restoran, kafe, pedagang kaki lima, lapak jalanan baik di pasar ataupun di pusat perbelanjaan makan atau minum di tempat wajib untuk menerapkan batasan kapasitas yakni 25 persen. 

Kemudian, pembatasan jam operasional sampai dengan pukul 20.00. 

Tata Cara atau Prosedur Ganti Kartu ATM Lama BNI ke ATM Chip, Ini Syarat-syaratnya, Gratis!

Tegal Binangun Masuk Palembang, OPI Mal Masuk Banyuasin, Rapat Tapal Batas Palembang-Banyuasin

Namun nampaknya, Pemerintah Kota Palembang masih mempertimbangkan untuk menerapkan pembatasan jam operasional sampai pukul 20.00. Sejauh ini Pemerintah Kota masih memberlakukan pembatasan jam operasional hingga pukul 21.00. 

Walikota Palembang H Harnojoyo mengatakan, ada beberapa pertimbangan yang perlu menjadi perhatian penting saat mengambil keputusan.

Apalagi, dengan kondisi pandemi tak hanya persoalan penanganan COVID-19 ataupun soal protokol kesehatan tetapi juga Pemerintah perlu mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi.

"Nanti kita lihat kondisinya dahulu, karena setiap hari perkembangan kasus aktif, angka kematian hingga BOR juga dari sebelumnya diatas 55 persen sekarang sudah dibawah 55 persen," katanya. 

Meski belum memutuskan kebijakan yang akan diambil, namun Harnojoyo mengimbau agar masyarakat tak kendor untuk menerapkan protokol kesehatan.

Aturan yang telah dikeluarkan, baik Perwali maupun Instruksi Mendagri sebagai upaya untuk menekan angka penyebaran kasus COVID-19. 

"Aturan yang sudah ada tolong lah diikuti dahulu. Ini semua untuk kebaikan kita bersama memutus mata rantai penyebaran COVID-19 khususnya di Kota Palembang," ujarnya. 

Tak hanya membatasi jam operasional, dalam Instruksi Mendagri tersebut juga berisikan bagi daerah yang berstatus zona merah wajib untuk melakukan Work From Home (WFH) 75 persen WHF dan work from office (WFO) 25 persen.

Terkait itu, Sekretaris Daerah Kota Palembang, Drs Ratu Dewa MSi mengatakan, surat edaran telah disiapkan dan segera akan dibagikan ke setiap OPD dilingkungan Pemerintah Kota Palembang.

"Sesuai instruksi menteri maka kita akan segera kembali lakukan WFH," tandasnya. (Yak) 
 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved