Breaking News:

Pengedar Narkoba Divonis Mati

Taufik Hidayat Hanya 11 Tahun Hirup Udara Bebas Usai Bebas Kasus Pembunuhan, Kini Hukuman Mati

Salah satu dasar hakim menjatuhkan vonis tersebut karena terdakwa pernah ditahan sebagai napi kasus pembunuhan dengan masa tahanan selama 10 tahun.

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM / Chairul Nisyah
Sidang kasus narkotika atas terdakwa Taufik Hidayat alias Opik, digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (17/6/2021). 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Seorang terdakwa penyalahgunaan narkoba, Taufik Hidayat, divonis hukuman mati oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Palembang Kamis (17/6/2021).

Salah satu dasar hakim menjatuhkan vonis tersebut karena terdakwa pernah ditahan sebagai napi kasus pembunuhan dengan masa tahanan selama 10 tahun.

Hal ini dibenarkan oleh Lapas Kelas II B Sekayu.

Enam Tersangka Sudah Ditetapkan Tersangka Masjid Raya Sriwijaya, Warga: Masjid Aja Kok Dikorupsiin

Taufik Hidayat disidangkan sebagai terdakwa penyalahgunaan narkoba ketika ditangkap oleh jajaran BNN.

Barang buktinya sangat banyak, yakni 25 kilogram sabu.

Sebab itu, saat sidang tuntutan, JPU menuntut pria yang kerap disapa Opik itu dengan tuntutan hukuman mati.

Ternyata, hakim sependapat dengan tuntutan JPU, terlebih setelah melihat latar belakang Taufik Hidayat yang pernah ditahan kasus pembunuhan.

Kepala Lapas Kelas IIB Sekayu, Jhonny H Gultom, melalui Kasubsi Keaman Lapas Kelas II B Sekayu, Wendi membenarkan bahwa Taufik Hidayat pernah menjadi warga binaan Lapas Kelas II B Sekayu.

Siaga Bahaya Karhutla, Kapolda Sumsel Turunkan 100 Personil Edukasi Masyarakat OKI dan OI

“Ya, benar Taufik Hidayat divonis selama 10 tahun atas kasus pembunuhan pada tahun 2000. Ia pernah menjadi warga binaan kita,” kata Wendi, ketika dikonfirmasi via telphone, Kamis (17/6/21).

Lanjutnya, Taufik Hidayat merupakan warga Kabupaten PALI.

Pada saat menjalani hukuman di Lapas Kelas II B, ia ditempatkan di sel sendiri.

“Ia selama menjalani hukuman sendiri, karena waktu ia masuk ke lapas pas waktu saya pertama kali tugas. Kalau untuk data lebih lengkap nanti ke bagian registrasi soal hukumannya,” jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved