Breaking News:

Pengedar Narkoba Divonis Mati

BREAKING NEWS: Taufik Hidayat Pernah Bunuh Orang, Pengedar Narkoba di Palembang Divonis Hukuman Mati

Ada beberapa pertimbangan majelis hakim sebelum memberikan hukuman maksimal untuk seorang pengedar narkoba tersebut.

Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM / Chairul Nisyah
Sidang kasus narkotika atas terdakwa Taufik Hidayat alias Opik, digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (17/6/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Seorang terdakwa penyalahgunaan narkoba, Taufik Hidayat, divonis hukuman mati oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (17/6/2021).

Ada beberapa pertimbangan majelis hakim sebelum memberikan hukuman maksimal untuk seorang pengedar narkoba tersebut.

Salah satunya, masa lalu Taufik Hidayat.

Mitos vs Fakta, Mengangkat Kaki ke Tembok Setelah Berhubungan Intim akan Cepat Hamil? Ini Jawabannya

Usai vonis hakim, Taufik Hidayat yang merupakan warga Kabupaten PALI masih berusaha lepas dari jerat hukuman mati yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang.

Ia sendiri disidangkan dengan atas barang bukti 25 kilogram sabu yang didapati petugas BNN dari tangannya.

Atas putusan tersebut, terdakwa Taufik Hidayat langsung mengajukan banding pada putusan majelis hakim.

Dalam fakta persidangan diketahui bahwa Taufik Hidayat alias Opik perna menjalani hukuman selama 10 tahun penjara, di Rutan Sekayu atas ketelibatannya dalam kasus pembunuhan.

Hal tersebut pula yang menjadi salah satu pertimbangan majelis hakim menjatuhkan vonis hukuman mati.

Bukan Sholat Sunnah Qobliyah Jumat Tetapi Sholat Sunnah Mutlak, Begini Penjelasan Ustad Adi Hidayat

"Adapun hal-hal yang memberatkan terdakwa Taufik Hidayat, tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika, tidak mengakui perbuatannya.

Serta mengingat terdakwa perna dihukum selama 10 tahun penjara di Rutan Sekayu dalam kasus pembunuhan," ujar Hakim ketua dalam sidang, Kamis (17/6/2021).

Diwawancarai pada kuasa hukum terdakwa, Nala Praya SH, dirinya menyayangkan atas putusan majelis hakim tersebut.

"Untuk itu sebagaimana tadi dipersidangan klien kami langsung menyatakan banding. Itulah upaya hukum yang akan kami ambil selanjutnya," ujar Nala Praya SH.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved