Breaking News:

Berita Palembang

Merasa Dijebak, Kuasa Hukum Terdakwa Narkotika 25 Kilogram Minta Kliennya Dibebaskan

Terdakwa kasus narkotika jenis sabu-sabu dengan berat brutto 25 kilogram, Taufik Hidayat alias Opik dituntut hukuman mati oleh JPU Kejati Sumsel.

Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/CHAIRUL NISYAH
Sidang pledoi atas terdakwa narkotika jenis sabu-sabu, sebanyak 25 kilogram di Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A Khusus Sumsel, Senin (14/6/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Chairul Nisyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Terdakwa kasus narkotika jenis sabu-sabu dengan berat brutto 25 kilogram, Taufik Hidayat alias Opik dituntut hukuman mati oleh JPU Kejati Sumsel.

Hal tersebut diketahui dalam sidang virtual yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Palembang Klas1A Khusus Sumsel, Kamis (10/6/2021) lalu.

Adapun dalam perkara tersebut dikatakan oleh Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman SH MH tidak ada hal yang meringankan sehingga terdakwa dituntut hukuman pidana mati oleh Jaksa Penuntut Umum.

"Yang pertama dengan pasal yang dikenakan, pasal 114 ayat 2 tentang narkotika, serta banyaknya barang bukti yang didapat dari terdakwa. Untuk itu JPU menuntut terdakwa dengan hukuman mati," ujar Khaidirman.

Menanggapi tuntutan tersebut, terdakwa Taufik Hidayat melalui kuasa hukumnya, Nala Praya SH meminta untuk dibebaskan dari jerat hukuman mati, karena menilAi dirinya dijebak oleh seorang yang menjadikan dirinya kambing hitam dalam kasus narkotika ini.

"Pada intinya seperti yang dikatakan klien kami, terdakwa Taufik Hidayat merasa dijebak oleh seorang bernama Rahman (DPO). Rahman ini lah yang menyuruh klien kaki untuk mengambil barang haram tersebut, dan setibanya di lokasi pengambilan barang, klien kami langsung ditangkap petugas kepolisan," ujar Nala saat dikonfirmasi seusai persidangan pledoi, Senin (14/6/2021).

Nala menjelaskan dalam pembelaannya menyampaikan bahwa terdakwa tidak ada niatan menerima barang haram tersebut.

"Oleh karenanya selaku kuasa hukum, kami meminta pada majelis hakim untuk membebaskan terdakwa dari pasal dalam dakwaan dan tuntutan JPU," jelasnya.

Selain itu Nala Praya juga mengatakan bahwasanya dalam fakta persidangan terdakwa Taufik Hidayat mengaku tidak mengetahui jika barang yang dimaksud adalah narkotika.

"Dalam fakta persidangan klien kami megatakan dirinya tidak mengetahui jika barang yang dijemputnya, atas perintah Rahman (DPO) adalah nerkotika dengan berat netto 23 kilogram. Rahman mengatakan jika barang yang dimaksud hanya alat-alat untuk mobil," jelasnya.

Atas pledoi yang dibacakan oleh kuasa hukum terdakwa Taufik Hidayat pada sidang virtual yang diketuai oleh hakim Erma Suhartini SH MH, JPU meminta waktu satu hari untuk mempersiapkan tanggapannya atas pembelaan terdakwa.

Sidang akan kembali digelar besok Selasa (14/6/2021).

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved