Breaking News:

Berita Religi

Apakah Husnul Khotimah Seseorang Meninggal dalam Keadaan Berhadas Besar? Ini Kata Buya Yahya

Jika belum sempat mandi junub dan dalam keadaan masih mempunyai hadats besar, apakah bisa meninggal husnul khotimah? Beginilah penjelasannya.

Penulis: Tria Agustina
Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi orang meninggal dunia 

SRIPOKU.COM - Apabila seseorang dipanggil Yang Maha Kuasa saat masih berhadas besar apakah akan husnul khotimah? Begini penjelasan Buya Yahya.

Hadas besar yaitu hadas yang harus disucikan dengan perkara mandi sedangkan hadas kecil yaitu hadas yang dapat disucikan dengan perkara berwudlu atau tayamum saja.

Tayamun dapat dipilih untuk bersuci dengan catatan apabila sedang berhalangan memakai air.

Contoh hadas besar yaitu haid, junub, nifas dan keluar mani.

Sebaik-baiknya akhir adalah meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

Jika setelah berhubungan suami istri dan belum sempat mandi junub dan meninggal yang mana meninggal dalam keadaan masih mempunyai hadats besar, apakah bisa meninggal husnul khotimah?

Berikut penjelasan Buya Yahya yang dibagikan melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV.

Baca juga: Apakah Perlu Mengqodho Sholat Bagi Wanita yang Haid? Ternyata Beginilah Hukumnya Kata Buya Yahya

"Jika ada orang menutup usianya dalam kondisi berhadas besar itu bagaimana?

Misalnya ada suami istri habis berhubungan intim, sebelum keburu thaharah sakaratul maut datang, apakah akhir usianya bisa disebut husnul khotimah? Karena melihat riwayat hidupnya beliau adalah orang yang sholeh?

Terus kita yang masih hidup bagaimana tata cara memandikannya? Apakah cukup dengan niat memandikan jenazah saja?," tanya seorang jemaah.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved