Breaking News:

Berita Religi

Apa Hukum Menunda Naik Haji bagi Seseorang yang Sudah Mampu? Buya Yahya: 'Awas Dosa!'

Ibadah haji termasuk ke dalam rukun Islam yang kelima dan wajib dilaksanakan bagi yang mmapu, lantas bagaimana jika menundanya? Begini hukumnya.

sripo/yunus
Jemaah haji Kloter 14 Palembang pukul 15.00 Waktu Arab Saudi, Minggu (19/8) atau pukul 19.00 WIB sudah berada di Bumi Arafah untuk persiapan Wukuf. 

SRIPOKU.COM - Bagaimana hukumnya jika seseorang sudah mampu namun belum berangkat haji? Begini penjelasan Buya Yahya.

Haji termasuk rukun Islam yang kelima setelah syahadat, sholat, zakan dan puasa.

Haji merupakan ziarah Islam tahunan ke Mekkah yakni kota suci umat Islam dan merupakan kewajiban bagi umat muslim yang mampu secara fisik maupun finansial.

Sehingga umat muslim diwajibkan setidaknya satu kalis eumur hidup untuk menunaikan ibadah haji.

Pelaksaanaan ibadah haji dilakukan setiap tahun pada bulan Zulhijjah yakni penanggalan terakhir dalam kalender Islam.

Jamaah haji juga bisa pergi ke Mekkah untuk melakukan ritual di lain waktu sepanjang tahun.

Ini kadang disebut "ziarah yang lebih rendah", atau Umrah.

Namun, biarpun mereka memilih untuk melakukan umrah, mereka masih diwajibkan untuk melakukan ibadah haji di lain waktu dalam hidup mereka jika mereka memiliki sarana untuk melakukannya, karena Umrah bukan pengganti haji.

Pelaksanaan ibadha haji juga tercantum dalam Alquran surat Ali Imran ayat 97.

Artinya:

Halaman
1234
Penulis: Tria Agustina
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved