Breaking News:

Era Pandemi Covid-19 Dan Kekuatan Ekonomi Syariah 

Pada kuartal II-2020 ekonomi tertekan hingga minus 5,32%, lalu membaik menjadi minus 3,49% dan pada kuartal IV-2020 makin mengecil menjadi minus 2,19%

Era Pandemi Covid-19 Dan Kekuatan Ekonomi Syariah 
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry
Dr Hafas Furqani

SRIPOKU.COM, ACEH - Tampaknya Pandemi  Covid-19 yang sudah memasuki tahun kedua masih belum akan berakhir dalam waktu dekat ini.

Namun demikian, denyut ekonomi sedikit demi sedikit mulai pulih dan bergairah kembali.

Walaupun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I – 2021 masih 0,74% Year on year (yoy), trennya terus membaik.

Pada kuartal II-2020 ekonomi tertekan hingga minus 5,32%, kemudian membaik menjadi minus 3,49% dan pada kuartal IV-2020 semakin mengecil menjadi minus 2,19%.

Geliat recovery ini juga dirasakan pada industri perbankan Syariah Indonesia.

Berdasarkan data yang dirilis OJK terkait dampak pandemi terhadap industri perbankan sepanjang tahun 2020.

Perbankan Syariah relatif mampu bertahan dan bahkan lebih agresif dibanding perbankan konvensional.

Ini terlihat dari jumlah pembiayaan bank syariah naik 8,08% menjadi Rp 394,6 triliun per akhir tahun lalu, sedangkan dana pihak ketiga mencapai Rp 475,5 triliun, naik 11,80% secara tahunan.

Di samping itu, kualitas pembiayaan juga semakin baik dengan rasio pembiayaan bermasalah turun menjadi 3,08%.

Rasio kecukupan permodalan berada pada level 21,59% dengan fi nancing to deposits ratio berada pada 82,4% yang menunjukkan kemampuan ekspansi perbankan Syariah akan semakin besar pada 2021.

Halaman
12
Editor: aminuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved