Breaking News:

Tutup Sejumlah Distrik, Terdampak Pandemi Covid-19 Sriwijaya Air Group Terpaksa Rumahkan Karyawan

Upaya merumahkan karyawan sebagai upaya Sriwijaya Air Group untuk menyelamatkan perusahaan.

Editor: Azwir Ahmad
via Tribunnews
Maskapai Sriwijaya Air Group mengambil kebijakan merumahkan sejulah karyawan. Karena kondisi likuiditas perusahaan yang semakin menurun akibat dampak pandemi COVID-19. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sejumlah Maskapai penerbangan tanah air benar-benar terpukul karena dampak pandemi COVID-19.

Sriwijaya Air misalnya, maskapai swasta ini terpaksa menutup sejumlah distrik yang tidak potensial karena kondisi perusahaan yang likuiditasnya semakin menurun akibat dampak pandemi COVID-19.

"Iya benar program merumahkan dan menawarkan resign  itu sudah dilakukan di beberapa distrik baru kita," ujar Kepala Cabang Sriwijaya Air Palembang, Yudo ketika dikonfirmasi Tribun Sumsel, Senin (24/5/2021).

Yudo mengatakan beberapa distrik yang tutup yakni di Jambi, Medan dan Pangkal Pinang. Dia bersyukur distrik Palembang tidak terdampak dan masih dalam kondisi baik dan tetap beroperasi seperti biasa.

Yudo bersyukur load factor distrik Palembang bagus sebelum dan sesudah lebaran. Sebelum lebaran kemarin Yudo mengatakan load factor di atas 90 persen hingga 100 persen karena pembatasan larangan mudik lebaran lalu.

"Pasca lebaran saat ini load factor tetap bagus masih di atas 90 persen," ujar Yudo.

Sriwijaya air saat ini masih melayani satu rute penerbangan saja Palembang- Pangkal Pinang dan Tanjung Pandan via Pangkal Pinang. Rute lainnya masih menunggu kesiapan pesawat.

Berdasarkan memo internal perusahaan tertanggal 21 Mei 2021 dan ditandatangani Direktur Sumber Daya Manusia, Anthony Raimond Tampubonon, upaya merumahkan karyawan sebagai upaya Sriwijaya Air Group untuk menyelamatkan perusahaan.

Karyawan yang sedang dirumahkan baik pegawai tetap maupun PKWT bermaksud mengundurkan diri, maka perusahaan memberikan kebijakan uang pisah. Besaran uang pisah bergantung masa kerja karyawan.

Bagi karyawan yang bekerja lebih dari 1 tahun dan kurang dari 3 tahun diberikan uang pisah 1 bulan gaji. Sedangkan karyawan yang bekerja lebih dari 3 tahun dan di bawah 6 tahun diberikan uang pisah 2 bulan gaji. Selanjutnya untuk karyawan yang bekerja di atas 6 tahun akan diberikan uang pisah 3 bulan gaji.

Perseroan juga membebaskan biaya penalty kontrak kerja tetapi tidak termasuk pinjaman dana perusahaan bagi karyawan yang disetujui permohonan pengunduran dirinya. Selanjutnya, Perseroan mengubah kebijakan pengupahan kepada karyawan yang sedang dirumahkan dari imbal jasa 25 persen menjadi 10 persen dari gaji pokok.

Direksi dan jajaran manajer diminta segera menginformasikan kebijakan itu kepada para karyawan baik secara langsung maupun secara online. Kebijakan yang diambil manajemen Sriwijaya Air tersebut berlaku sejak surat ini dikeluarkan sampai ada pemberitahuan berikutnya.(tnf)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved