Save Palestina Bukan Sekedar Donasi
Beberapa hari ini, kita disuguhkan banyak informasi tentang konflik Palestina Israel. Diantara banyak gambar dan video, kita melihat betapa ngerinya
Koran Media Indonesia menyebutkan setidaknya pada tahun 2020 saja, tercatat ada 27 orang Palestina yang ditembak mati tentara Israel.
Kebanyak dari mereka adalah para pemuda yang ditembak hanya karena “dicurigai” akan mengancam mereka.
Salah satunya adalah Iyad Hallaq, pemuda berkebutuhan khusus (autis) yang ditembak dengan karena dicurigai membawa senjata.
Begitu juga Muhammad Khatib, pemuda 24 tahun yang ditangkap dirumahnya dan dipukuli sampai mati.
Derita warga Palestina adalah derita melawan penindasan dan kesewenangan.
Bukan saja dilakukan oleh pemerintah dan militer Israel, para pemukim illegal Yahudi juga sering merampas rumah warga Palestina.
Tempo.co (18/5/2021) menampilkan satu adegan seorang Yahudi yang mencoba mengambil rumah milik warga Palestina bernama Mona al-Kurd di kawasan Syekh Jarrah.
“Kalau saya tidak mengambilnya, nanti diambil orang lain”, kata Yahudi tersebut.
Save Palestina
Kita bangsa Indonesia, secara politik mendukung hak kedaulatan Palestina.
Dari zaman Presiden Soekarno, pemerintah kita tidak membuka hubungan diplomatik dan kerjasama apapun dengan Israel. Tahun 1948, ketika Negara Israel diproklamasikan, Indonesia secara tegas tidak mengakui keberadaannya.
Bahkan sampai pemerintahan Jokowi, sikap Indonesia masih sama; “Saya dan rakyat Indonesia, kata Jokowi, tetap konsisten dengan rakyat Palestina memperjuangkan haknya”.
Dukungan terhadap Palestina menjadi lebih terasa melalui gerakan sumbangan dan bantuan kemanusiaan.
Dalam berbagai kesempatan, kita sering memberikan donasi untuk Palestina.
Terkadang di masjid ketika ada orang Palestina berkunjung; bahkan juga di jalan raya melalui lembaga sosial non pemerintah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/nouval.jpg)