Breaking News:

OJK Tidak Tolerir Penagih Utang Ugal-Ugalan, Sanksi Keras Kepada Perusahaan Pembiayaan Terkait

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan sanksi tegas pada perusahaan pembiayaan yang memiliki debt collector dengan perilaku yang tak sesuai hukum

Editor: Azwir Ahmad
Sue the Collector
Ilustrasi mobil diderek debt collector. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memberikan sanksi keras terhadap perusahaan pembiayaan yang kedapatan menggunakan debt collector atau penagih utang ugal-ugalan.

Peringatan OJK ini menyusul adanya fenomena prilaku  debt collector yang asal tarik kendaraan dari tangan nasabah.

Terhadap fenomena tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan sanksi tegas pada perusahaan pembiayaan yang memiliki debt collector dengan perilaku yang tak sesuai hukum tersebut.

Dikatakan juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot, bahwa OJK telah menyiapkan sanksi bagi perusahaan pembiayaan yang debt collector-nya melanggar hukum dalam hal penarikan kendaraan bermotor.

 “OJK menyatakan tidak mentolerir debt collector yang melanggar hukum dan akan memberi sanksi keras kepada perusahaan pembiayaan yang melanggar,” ujar Sekar dalam keterangan resminya seperti dikutip Kontan.co.id, Minggu (15/5/2021).

Sekar juga mengatakan bahwa saat ini OJK sudah berkomunikasi dengan asosiasi perusahaan terkait penertiban hal tersebut.

OJK meminta asosiasi bisa menertibkan anggotanya mengenai cara penagihan debt collector.

“OJK telah berkoordinasi dengan pihak asosiasi perusahaan pembiayaan untuk menertibkan anggotanya dalam menjalankan ketentuan penagihan yang sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkas Sekar.

Artikel ini telah tayang di kontan.co.id dengan judul Debt collector asal tarik kendaraan, OJK akan sanksi multifinance terkait

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved