Breaking News:

JPM Sriwijaya dan Kesepakatan Yogyakarta 

JPM Sriwijaya Sumsel telah menyusun rencana yang terdiri dari lima perwakilan di JPM yaitu Pemerintah, Perguruan Tinggi, Ormas, Media dan Dunia Usaha

ist
JPM Sriwijaya dan Kesepakatan Yogyakarta 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Salah satu kesepakatan dari hasil pertemuan Jejaring Pancamandala dari lima provinsi (Yogyakarta, Jawa Tengah, Banten, Lampung dan Sumatera Selatan) dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila adalah menyusun rencana aksi tiap-tiap jejaring yang ada. 

Pertemuan itu diadakan pada tanggal 11-13 April 2021 di Wisma Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada. 

JPM Sriwijaya Sumsel telah menyusun rencana tersebut yang terdiri dari lima unsur perwakilan di JPM yaitu Unsur Pemerintah, Perguruan Tinggi, Ormas, Dunia Usaha dan Media. 

Salah satu kegiatan yang dimuat pada point 2 adalah mengumpulkan 50 tokoh adat dari perwakilan 17 Kabupaten / kota se Sumatera Selatan yang direncanakan pada bulan Juli 2021 insyaallah. 

Ketua JPM Sriwijaya yang juga Ketua Pembina Adat Sumsel Albar Sentosa Subari mengatakan bahwa nanti salah satu materinya adalah " Penting nya Lembaga Rapat Adat".dalam mensosialisasikan nilai nilai Pancasila di masyarakat adat. 

Rapat adat adalah kesatuan masyarakat adat sebagai lembaga adat istiadat yang hidup dalam masyarakat di Sumatera Selatan ( Pasal 1 butir g perda 12/88). 

Adapun tugas dan fungsinya adalah  pembinaan, pengembangan dan pelestarian adat istiadat masyarakat hukum adat setempat sehingga dapat menunjang dan mendorong kelancaran pembangunan serta ketahanan nasional dalam wawasan nusantara, dan menyelesaikan urusan adat istiadat (pasal 4 perda 12/88).

Kegiatan itu tentunya akan berkoordinasi dan didukung semua pihak yaitu BPIP, JPM Sriwijaya, Kesbangpol dan Pembina Adat sendiri. 

Mudah mudahan dengan kegiatan itu nantinya para rokoh adat se Sumatera Selatan akan mengerti betapa perlu dan penting nya keberadaan Lembaga Rapat Adat ini, apalagi dalam mensukseskan program pemerintah pusat maupun daerah untuk membumikan nilai nilai Pancasila yang akhir akhir ini sejak reformasi sudah jarang mendengar kata Pancasila.

Padahal Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara kesatuan Republik Indonesia yang perlu dipertahankan sebagaimana termuat dalam pembukaan Undang Undang Dasar Republik Indonesia. (aman/*)

Editor: aminuddin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved