Ibuku Sesak Nafas tapi Perawat Hanya Berdiri, Perempuan Muda Sesalkan Layanan Puskesmas Abab PALI

"Kami sudah berada di dalam mobil mau berangkat, baru ada tawaran mobil ambulans. Sangat telat. Itu pun tawaran dengan menggerutu,"

Tayang:
Penulis: Reigan Riangga | Editor: Refly Permana
istimewa
Almarhumah Supna, warga Desa Betung Kabupaten PALI, saat hendak dibawa menuju rumah sakit. 

"Kami sudah berada di dalam mobil mau berangkat, baru ada tawaran mobil ambulans. Sangat telat. Itu pun tawaran dengan menggerutu," jelasnya lagi.

Bacaan Doa Buka Puasa Syawal 1442 H Lengkap Tata Cara dan Bacaan Niat Melaksanakan Puasa Syawal

Lalu, di dalam perjalanan sekira 15 menit dari Desa Betung menuju Desa Pengajuan oksigen tersebut habis. 

Kemudian, ibu menjerit kesakitan lantaran kehabisan oksigen dan terus dibwa ke RS Prabumulih sekira satu jam perjalanan. 

"Saat sampai di IGD RS Bunda Prabumulih ibu masih bernafas. Kemudian diberikan upaya perawatan namun nyawa Ibu tak tertolong lagi karena kurang oksigen," jelasnya.

Keesokan harinya, Selasa (11/5/2021) Ibu Supna dimakamkan, kemudian ia kembali ke ruang UGD Puskesmas Abab untuk mengembalikan oksigen. Dengan emosi dan ditenangkan pihak keluarga.

"Pelayanannya sangat tidak maksimal. Kita sama-sama tidak tahu kalau akhirnya meninggal, namun setidaknya ada upaya terlebih dahulu." Ujarnya.

Bak Petir di Siang Bolong, Kartika Putri Ancam Mau Buka Jilbab Gara-gara Kelakuan Habib Usman:Cantik

"Niat awal saya tidak ada menyebutkan atau judge instansi atau profesi. Saya niatnya agar tidak ada korban lain dan ini cara saya meluapkan amarah, agar dirembukkan supaya lebih baik lagi kedepannya." Katanya.

Senada dengan Siska, warga Desa Betung lainnya juga mengeluh hal serupa terjadi. 

Susilawati warga Betung mengeluhkan hal serupa, dimana sebelumnya ia juga sangat susah untuk meminjamkan ambulans untuk pasien. 

"Jangankan ambulans, dilayani pun tidak," cetusnya. 

Senada, Rika warga Desa Betung Lainnya mengeluhkan hal serupa terjadi pada keluarganya saat berobat di puskesmas tersebut.

Pelayanan puskesmas itu memang kurang baik, kami pernah merasakan, apalagi melayani orang miskin seperti kami," ujar Rika.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Betung Abab melalui salah seorang dokter bertugas di puskesmas bernama Dr Aman Rohman berkata hal demikian mungkin terjadi miss komunikasi, dimana kala itu pihak keluarga panik dan emosi.

"Kami menerima saran dan kritik. Pelayanan akan kita tingkatkan. Yang bersangkutan juga tidak ada maksud apa-apa hanya ingin konfirmasi dengan pihak jaga saat itu." Katanya.

Kami Rindu Ketabahan Briptu Arif Kurniawan, tak Ikut Lebaran Bareng Keluarga Sampai Dimaki Pemudik

Ia meminta waktu untuk duduk bersama menyelesaikan masalah tersebut.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved