Krisis Covid 19 India
PUTUS ASA, RS India Membeludak, Warga Terpaksa Rawat Pasien Covid-19 Di Bawah Pohon Jeruk
Akhirnya, warga mengambil inisiatif merawat pasien covid dengan seadanya. Termasuk menempatkan mereka di kebun jeruk.
SRIPOKU.COM, INDIA--Hingga saat ini, gelombang pasien covid-19 India belum juga melandai. Banyak pasien, terutama mereka yang tinggal di pelosok, tak punya akses untuk mendatangi RS.
Akhirnya, warga mengambil inisiatif merawat pasien covid dengan seadanya. Termasuk menempatkan mereka di kebun jeruk.
Cerita susahnya mendapatkan perawatan RS dituturkan seorang warga, Mantu Singh melakukan segala upaya untuk mencari bantuan.
Selama empat hari, Mantu berkeliling mengumpulkan obat-obatan yang dapat menyembuhkan saudaranya, sementara Umakant merawat dirinya sendiri di rumah.
Meski Umakant belum diuji, Mantu tahu gelombang Covid-19 telah melanda desa Kathail.
Di hari kelima kondisi Umakant semakin memburuk.
Melansir NDTV, Minggu (9/5/21), seorang penduduk Kathail bernama Umakant Singh (34) mengalami gejala batuk dan demam minggu lalu. Rumah sakit terdekat, Jawaharlal Nehru, terletak 50 kilometer dari desa Kathail.
"Saat kami sampai di rumah sakit, tidak ada dokter. Saya telah diberitahu bahwa dokter akan segera hadir. Mereka meminta saya untuk pergi membeli obat sendiri di pasar untuk menyuntik adik saya," kata Mantu.
Ketika dia kembali ke rumah sakit dengan membawa pil, Mantu menemukan bahwa saudaranya tidak sadarkan diri, tetapi belum ada dokter yang datang.
"Dia kelelahan dan meninggal hari itu juga. Jika dia bisa ke dokter, dia mungkin masih hidup sampai sekarang," katanya.
Selanjutnya, tes tubuh Umakant menunjukkan bahwa dia positif SARS-CoV-2 .
Ini adalah situasi umum di seluruh pedesaan India, di mana sekitar 65% dari populasi negara yang berjumlah 1,3 miliar orang tinggal.
Gelombang kedua wabah Covid-19 menyebabkan sistem perawatan kesehatan di kota-kota besar seperti New Delhi dan Mumbai runtuh.
Sekarang, itu menyebar ke pedesaan. Area ini saat ini kekurangan 76% spesialis. Sedangkan 80% dokter India terkonsentrasi di perkotaan.
Per kapita, di negara bagian Bihar, satu dokter bertanggung jawab untuk memberikan perawatan kesehatan bagi 43.788 orang. Padahal menurut WHO, angka ideal adalah satu dokter per 1.000 orang.
Banyak orang di daerah pedesaan melaporkan bahwa mereka memiliki sedikit harapan pengobatan jika mereka tertular Covid-19, karena rumah sakit tersebut terletak beberapa ratus kilometer dari desa.
Mekanisme surveilans penyakit di pedesaan juga sangat lemah, artinya jumlah kasus Covid-19 sebenarnya tidak akan pernah terdaftar secara lengkap.
Kurangnya tenaga medis yang berkualitas juga menjadi masalah besar bagi Bihar.
Negara bagian itu dianugerahi 207 ventilator, tetapi sebagian besar masih berdebu karena tidak ada yang tahu cara mengoperasikannya.
Beberapa penyakit umum di Bihar bahkan membiarkan pasiennya terbaring di lantai karena kehabisan tempat tidur.
Di negara bagian Uttar Pradesh, situasinya juga tidak membaik. Bangunan dengan tanda "klinik" seringkali tidak memiliki staf. Sementara tempat-tempat dengan tenaga medis penuh sesak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pondakkangag.jpg)