Berita Palembang
Tingkat Keterisian Bed di RS Kota Palembang Melonjak, Wisma Atlet Jakabaring Diusulkan Aktif Lagi
Dijelaskan Yudhi, seiring bertambahnya kasus dan berkurangnya kapasitas bed maka isolasi mandiri sangat ideal bila disediakan oleh pemerintah setempat
Penulis: Rahmaliyah | Editor: RM. Resha A.U
Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Meningkatnya kasus Covid-19 yang terkonfirmasi positif berdampak signifikan pada kenaikan Bed Occupancy Rate (BOR) di Kota Palembang.
Berdasarkan Data Dinkes Kota Palembang, tingkat keterisian bed mencapai 71,94 persen.
Ini pun jadi warning bagi ketersediaan kamar di RS untuk pelayanan kesehatan bagi pasien penderita Covid-19.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Besok, Minggu 9 Mei 2021 di 33 Kota: Waspada 3 Wilayah Ini Hujan Petir, Palembang?
Baca juga: Pedagang di Gedung Pasar 16 Ilir Palembang Taat Protokol Kesehatan Covid-19, Masalahnya yang di Luar
Kasi pencegahan dan pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Palembang, Yudhi Setiawan menjelaskan bahwa peningkatan kasus terjadi cukup signifikan sejak sepekan terakhir.
Seperti pada data 8 Mei kemarin ada 82 kasus terkonfirmasi positif yang bertambah.
Tak khayal, ini membuat ketersediaan kamar perawatan atau isolasi di RS di Palembang berada di ambang kekhawatiran sehingga perlu untuk segera menyediakan tempat isolasi tambahan seperti pengaktifan kembali wisma atlit Jakabaring.
"Dalam rapat koordinasi pihak Dinkes Palembang sudah menyampaikan ke pemerintah Provinsi Sumsel melalui Kadinkes untuk antisipasi bila terjadi over capasity tempat tidur. Di media juga Kadinkes Provinsi Sumsel sudah menyatakan siap mengaktifkan lagi wisma atlet," jelasnya, Minggu (9/5/2021).
Baca juga: Masjid Cheng Ho Palembang Gelar Shalat Idul Fitri di Tahun 2021, Masjid Agung Tunggu Arahan
Baca juga: Ratusan Batu Cincin dan Satu Keris Milik Warga Bukit Kecil Palembang Dibawa Pencuri, Gembok Dirusak
Dijelaskan Yudhi, seiring bertambahnya kasus dan berkurangnya kapasitas bed maka isolasi mandiri sangat ideal bila disediakan oleh pemerintah setempat.
"Sampai saat ini data Dinkes menunjukkan adanya peningkatan pula angka kesembuhan pasien mencapai 249 jiwa atau naik 88 persen. Ini tetap harus diiringi dengan disiplin protokol kesehatan. Kedepan, mesti ada survey tentang tingkat kepatuhan masyarakat dalam hal kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Peningkatan ini juga karena 3T ditingkat kelurahan juga mulai efektif," jelasnya.
Sementara itu, Ahli Epidemiologi Provinsi Sumsel, Dr. Iche Andriyani Liberty menjelaskan, paling banyak pasien yang terkonfirmasi Covid-19 adalah kelompok usia muda namun untuk kasus paling banyak ada di kelompok rentan.
"Kalau orang usia muda lengah terus membawa virus ke rumah tentu kelompok rentan yang terdampak apalagi ada komorbid," jelasnya.
Baca juga: Wong Palembang, Ini Sosok Esa Sigit, Mantan Terindah Amanda Manopo, Alumni SD YKPP 2 Komperta Plaju
Baca juga: Jadwal Buka Puasa Palembang Hari Ini, Sabtu 8 Mei 2021 Lengkap Ada Doa Puasa Ramadhan ke-26
Iche mengamati, dari gambaran kasus positif di Sumatera Selatan yang kecenderungannya 70 persen dilakukan isolasi mandiri di rumah menjadi kekhawatiran.
Pertama soal ketingkat kepatuhan dan soal penanganan Covid-19.
"Ketika di 2020 lalu lebih baik memang disediakan wisma atlit. Jadi, ketika ada lonjakan kasus setelah lebaran bisa sebagai alternatif. Karena dirumah apakah benar taat Prokes dan situasi rumah memungkinkan tidak terjadi penularan," katanya.
Ia berharap pemerintah setempat bisa lebih optimal dalam menjalankan 3T sehingga bisa segera bisa tertangani.
Jumlah ketersediaan TT Isolasi di 18 RS di Palembang
Rujukan : 784 TT
Ruang Isolasi COVID-19 : 695 TT (88,65%)
Ruang Intensif COVID-19 : 89 TT (11,35%)
TT Persiapan : 304 TT
Jumlah TT Isolasi yang terisi : 564 TT (71,94%)
Jumlah TT Isolasi yang kosong : 220 TT (28,06%)