Mudik Lokal Dilarang

Mulai Berlaku 6 Mei 2021, Mudik Lokal di Sumsel Dilarang, Daftar Warga yang Diperbolehkan Mudik

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), melarang warga lokal untuk melakukan mudik antar kota kabupaten di Sumsel.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Yandi Triansyah
SRIPO/SYAHRUL HIDAYAT
Sebuah Bus AKAP dan mobil pribadi, keluar dari pintu Tol Keramasan, Sabtu (24/4/2021). Menyikapi larangan Mudik Lebaran 2021 yang telah dikeluarkan pemerintah, dimulai tanggal 6-17 Mei 2021, banyak warga mudik lebih awal, terbukti kini banyak ditemukan plat luar mengaspal di kota Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), melarang warga lokal untuk melakukan mudik antar kota kabupaten di Sumsel.

Pelarangan mudik di Sumsel ini berlaku mulai Kamis (6/5/2021).

Namun tidak semua warga dilarang saat mudik nanti.

Menurut Sekda Pemprov Sumsel, Nasrun Umar mengatakan, warga yang diperbolehkan melintas saat pelarangan mudik yakni, warga yang sakit, mau melahirkan dan musibah meninggal dunia, perjalanan dinas dan logistik.

"Mudik lokal di Sumsel dilarang," kata Nasrun, Senin (3/5/2021) konferensi pers usai Rapat Koordinasi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19 di Daerah di Aula Bina Praja.

Nasrun mengatakan, di lokasi penyekatan pihaknya akan menyiagakan test antigen untuk warga yang masuk dalam kategori pengecualian.

"Tes cepat berbasis antigen akan disediakan di sejumlah lokasi penyekatan mulai H-7 sampai H+7 Idulfitri atau mulai 6-17 Mei 2021," kata dia.

Menurut dia, larangan mudik ini sudah sesuai dengan aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat.

Oleh karena itu, Sumsel menurut dia juga akan menerapkan hal serupa.

Memberlakukan aturan larangan mudik dengan ketat dan penuh tanggung jawab.

"Sebetulnya makna pengecualian diperbolehkan mudik sama dengan pusat. Hanya orang sakit, melahirkan, keluarga meninggal di kampung, perjalanan dinas dan distribusi logistik itu yang dibolehkan. Tetapi, satu prinsip, satu narasi seperti yang telah disampaikan Mendagri," jelas dia.

Sebelumnya Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, memperbolehkan masyarakat Sumsel melakukan mudik pada lebaran tahun ini.

Diperbolehkannya masyarakat Sumsel mudik ini berbeda dengan kebijakan pusat yang melarang masyarakat untuk mudik menjelang Hari Raya.

Menurut Herman Deru, dia tak ikut membuat peraturan mudik secara nasional sehingga masih mempersilakan masyarakat untuk mengunjungi keluarga dan kerabat di saat Idul Fitri.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved