Breaking News:

Berita OKI

Sepekan Jelang Lebaran, Disnakertrans OKI Akan Buka Posko Pengaduan THR

Kepala Disnakertrans OKI, Imlan Khairun melalui Kabid Hubungan Industrial, Rizal mengatakan posko pengaduan THR dibuka setiap tahunnya.

TribunSumsel.com/Nando
Disnakertrans Ogan Komering Ilir membuka posko pengaduan THR di kantornya yang berada Kelurahan Paku, Kecamatan Kayuagung, OKI. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berencana akan membuka posko pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR).

Posko yang didirikan pada H-7 jelang Idul Fitri 1442 Hijriah, akan menampung pengaduan dari pekerja maupun buruh berbagai perusahaan di kabupaten OKI yang hak-haknya berkaitan THR dilanggar oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

Kepala Disnakertrans OKI, Imlan Khairun melalui Kabid Hubungan Industrial, Rizal mengatakan posko pengaduan THR dibuka setiap tahunnya.

Baca juga: TIDAK Semua PNS Makmur, BEREDAR Petisi THR Kembalikan Full: Beda Banget Kementerian Sultan

Baca juga: BIKIN Malu, BEREDAR Surat Dinas OKNUM Lurah Minta Sumbangan THR ke Pengusaha: Seikhlasnya Saja

"Posko ini penting, karena untuk mempermudah karyawan menyampaikan keluhannya sehingga nanti bisa ditindaklanjuti kepada perusahaan tempatnya bekerja terkait keluhan yang diadukan," ungkapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (2/5/2021).

Rizal mengatakan, melihat pengalaman tahun lalu yang tidak ada memberikan laporan ke posko pengaduan THR, pihaknya tetap membuka posko.

"Hanya saja tahun lalu tidak ada yang memberikan laporan terkait tidak dibayarkannya THR oleh pihak perusahaan,"

"Tahun ini kami buka kembali. Masyarakat silahkan mengadu jika ada masalah," bebernya.

Baca juga: Beda dengan THR, Gaji ke-13 akan Cair Sedikit Terlambat di Bulan Juni, Cek Besaran dan Rinciannya

Baca juga: Catat Tanggal Cair THR dan Gaji ke-13 PNS Cair, Mulai Minggu Pertama Mei, Cek Jumlah dan Rinciannya

Meski Idul Fitri masih terbilang lama, pihak Disnakertrans tetap mengimbau perusahaan untuk membayarkan kewajiban THR kepada para karyawannya.

"Menurut surat edaran menteri ketenagakerjaan, perusahaan diminta harus membayarkan THR full pada H-7 atau paling lambat H-1 sebelum lebaran,"

"Tapi alangkah baiknya disegerakan, karena THR bisa digunakan oleh karyawan untuk memenuhi kebutuhan berlebaran," terangnya.

Terpisah, Agung salah seorang pegawai perusahaan kelapa sawit mengaku sangat berharap sekali dan mendukung kebijakan menteri ketenagakerjaan soal pemberian THR.

Baca juga: Sama Seperti Tahun Lalu, THR PNS yang Dicairkan Tahun Ini Tak Penuh, Berikut 22 Komponen yang Hilang

Baca juga: PEMKOT Palembang Siapkan Dana Rp 55 Miliar, untuk Bayar THR Pegawai, Dibayar Setengah Gaji ?

"Kami takut jika alasan pandemi Covid-19, perusahaan tidak bisa membayarkan kewajibannya pada pegawai," katanya.

Dilanjutkannya, uang THR sangat ditunggu-tunggu setiap tahunnya guna bisa memenuhi keperluan lain yang tidak terduga, karena kebutuhan menjelang idul fitri lebih besar salah satunya disebabkan harga sembako yang juga ikut meroket.

"Uang inilah yang kami tunggu tiap tahun jelang lebaran Idul fitri untuk menambah biaya pengeluaran tak terduga,"

"Yah walaupun tidak mudik karena dilarang, tapi tetap saja perlu menyiapkan segala macamnya karena berkumpul dengan kerabat terdekat," pungkasnya. (Nando/TS)

Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved