Breaking News:

Dinkes Muara Enim Siapkan 15 Ribu Alat Rapid Test Antigen Gratis, Jika Positif Pemudik Putar Balik

Sesuai aturan yang dikeluarkan Polri bahwa pemudik harus tetap didalam kendaraan selama proses pemeriksaan.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/ardani
Plt Kadinkes Muara Enim, Slamet Oku Asmana 

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM - Menindaklanjuti surat edaran Gubernur Sumsel yang membolehkan mudik dalam wilayah Sumsel asal menunjukkan surat negatif Antigen, Dinkes Muara Enim siapkan alat rapid test antigen gratis kepada pemudik di Posko perbatasan Kabupaten/Kota diwilayah Kabupaten Muara Enim, Minggu (2/5/2021).

Menurut Plt Kadinkes Muara Enim Slamet Oku Asmana, alat rapid test antigen tersebut akan dipasok di Posko yang terletak di jalan lintas Sumatera dan berbatasan langsung dengan Kabupaten/Kota di wilayah Sumsel.

Posko yang ada di Kabupaten Muara Enim ada lima buah, yakni dua Posko untuk pelayanan di daerah wisata dan tiga Posko untuk di jalur mudik yaitu Posko Jembatan Enim 2, Posko Gelumbang, dan Posko Simpang Meo.

 Pada setiap Posko akan diisi petugas gabungan seperti TNI/Polri, Dishub, Dinkes dan yang terkait. 
"Untuk Kabupaten Muara Enim, kebetulan jalan lintas negaranya hanya berbatasan dengan Kabupaten/Kota dalam Sumsel tidak ada diluar Sumsel," kata Oku.

Dikatakan Oku, untuk penerapan syarat rafid test antigen akan dilakukan secara selektif terutama terhadap yang kami curigai berpotensi dengan cara sampling. Juga kami sebagai petugas lainnya akan tegas dalam penerapan Prokes bagi pelaku perjalanan. 

Pemeriksaan rapid test antigen akan dilakukan di Posko oleh tim kesehatan sesuai SOP. Dan jika dari hasil test hasilnya positif maka kami akan meminta pelaku perjalanan untuk putar balik dan melakukan karantina mandiri dengan diawasi oleh petugas kesehatan terdekat ditempat tinggalnya.

Kalau pelaku perjalanan alamatnya dari luar Kabupaten Muara Enim tentu akan dikoordinasikan dengan petugas kesehatan tempat pelaku perjalanan tinggal. Dan ini, sejalan dengan edaran Kapolri bahwa di desa/kelurahan untuk membangun Posko untuk 3T yaitu Testing (pemeriksaan), Tracing (pelacakan), dan Treatment (pengobatan).

"Jadi yang mengawasi masyarakat positif Covid tersebut selain petugas kesehatan puskesmas setempat juga oleh masyarakat setempat," jelasnya.

Untuk petugas kesehatan, lanjut Oku, pihaknya akan disiapkan sebanyak 45 orang dengan sistim shif yang akan menempati tiga Posko tersebut mulai H-7 sampai H+7.

Sedangkan alat rapid test antigen tersebut, akan diberikan secara gratis, yang disiapkan oleh Dinkes Muara Enim dengan dibantu oleh Dinkes Sumsel.

Dan saat ini, pihaknya sedang mengupayakan pengadaan alat rapid test antigensebanyak sekitar 15 ribu buah serta berkoordinasi dengan Dinkes Sumsel.

Ketika ditanya bagaimana untuk mengatasi supaya tidak menjadi penumpukan atau gerombolan pada saat pemeriksaan rapid test antigen, Oku menjelaskan bahwa sesuai aturan yang dikeluarkan Polri bahwa pemudik harus tetap didalam kendaraan selama proses pemeriksaan.

Bagi pemudik yang telah di rapid dan hasilnya negatif, akan dikeluarkan surat keterangan yang berlaku selama tiga hari.

Dan jika pemudik bepergian lewat dari tiga hari maka harus di rapid test kembali. Namun jika masyarakat telah melakukan rapid test mandiri itu malah lebih baik karena tidak perlu repot-repot lagi di rapid test di Posko dan cukup menunjukkan surat keterangan tersebut.(ari)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved