Breaking News:

Polisi Gerebek Penyimpanan Ikan Formalin

Jangan Dibuat Pempek, Ikan Giling Merek Isti Berformalin, Dijual di Pasar Induk Jakabaring

Setelah dilakukan penggerebekan gudang ikan berformalin banyak 8,3 ton di Pasar Induk, Jakabaring Palembang.

SRIPOKU.COM / Andi Wijaya
Kasat Reskrim Kompol Tri Wahyudi, didampingi Kanit Pidsus, AKP Iwan Gunawan 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Setelah dilakukan penggerebekan gudang ikan berformalin banyak 8,3 ton di Pasar Induk, Jakabaring Palembang.

Hingga kini pihak kepolisian dari Satreskrim Polrestabes Palembang, yakni Unit Pidsus (pidana khusus), masih terus melakukan pengembangan, Sabtu (1/5/2021).

Hal ini diungkap langsung oleh Kasat Reskrim Kompol Tri Wahyudi, didampingi Kanit Pidsus, AKP Iwan Gunawan.

Tri mengatakan, dari hasil pengembangan dan pendalaman 8,3 ton ikan berformalin itu diketahui berasal dari pulau jawa tepatnya di Jawa Tengah.

"Hingga kini terus kita dalami dan lakukan pengembangan terkait 8,3 ton ikan giling yang berformalin," tegas Tri ketika dikonfirmasi Sripoku.com, Sabtu (1/5/2021).

Lanjut Kasat Reskrim Polrestabes Palembang ini, memang diketahui ikan berformalin itu, dugaan sementara dari ikan jenis Kakap.

"Namun tidak menutup kemungkin ada ikan jenis lain yang dicampur menjadi satu, dan di beri formalin," bebenya.

Lebih jauh Tri mengatakan, untuk edar ikan ini sendiri di kota Palembang diduga sudah kurang lebih 1 tahun terakhir.

"Kami takutkan ikan yang sudah beredar di masyarakat ini, akan di buat bahan pempek, apalagi ini menjelang lebaran," tegasnya.

Tri menghimbau kepada masyakarat Palembang, siapapun yang sudah membeli ikan yang berformalin merk Isti ini untuk tidak digunakan dalam membuat pempek.

"Jadi siapa saja yang sudah membeli diharapkan tidak digunakan dalam bahan membuat pempek. Karena sangat membahayakan," tegasnya kembali.

Sedangan untuk pelaku Z statusnya hingga kini masih dalam pemeriksaan, dan atas perbuatannya, para pelaku terancam dijerat dengan pasal 8 ayat 1 Huruf A, G dan I UU Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Serta Pasal 136 dan atau pasal 141 UU No 18 Tahun 2012 Tentang Pangan, terancam hukuman penjara paling lama 5 tahun penjara. (Diw)

Penampakan 8,3 Ton Ikan Giling Berformalin di Pasar Induk Jakabaring Palembang, Bahan Pembuat Pempek

Susah Dibedakan, Ikan Giling yang Berformalin & Segar, Balai Karantina : Ditambahkan atau Bukan

Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved