Kecelakaan di Tol Palembang Kayuagung
Sosok Yogi Sopir Travel yang Tewas di Ruas tol Kayuagung-Palembang, Istri Histeris Hingga Pingsan
korban yang bekerja sebagai supir travel itu meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak yang sudah beranjak dewasa.
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Duka mendalam sangat dirasakan keluarga dari korban kecelakaan di ruas jalan tol Palembang-Kayuagung tepatnya di Kilometer 348 Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kamis (29/4/2021) pukul 09.30.
Hal tersebut diutarakan, Sulaiman yang merupakan keponakan dari supir travel bernama Yogi Suseno (43) yakni korban tewas dalam kecelakaan.
Dikatakan Sulaiman, berawal dari adanya postingan di media sosial yang menunjukan telah terjadi kecelakaan di jalan tol, dirinya langsung menanyakan ke pihak pengelola.
• Dukung Kerjasama, Tim PTBA Kunjungi Lapas Muara Enim
"Tadinya saya liat di Facebook ada video kecelakaan. Waktu saya liat kok mirip seperti mobil keponakan saya.
Dari keterangan pengelola tol, ternyata memang benar ciri-ciri mobil dan penumpangnya sama seperti keponakan saya," jelasnya saat ditemui di RSUD Kayuagung.
Mendapati hal tersebut, ia kemudian menginformasikan ke keluarga yang tinggal di Kayuagung untuk melihat secara langsung jenazah yang telah dibawa ke RSUD Kayuagung.
Betapa terkejutnya, ternyata benar Suseno Yogi turut menjadi korban meninggal dunia.
"Waktu dapat informasi itu, kami keluarga besar sangat terpukul dan menangis, bahkan istri korban seketika pingsan.
Karena tidak menyangka kejadian tragis yang menimpa orang terkasihnya," tegasnya dengan nada sedih.
• KKB Papua SENGAJA Bikin Ulah: Marah Dengar Papua Bakal Dibanjiri Rp7,55 Triliun Agar Warga Sejahtera
Diceritakan Sulaiman, korban yang bekerja sebagai supir travel itu meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak yang sudah beranjak dewasa.
"Memang dia ini sudah sekitar 20 tahun bekerja sebagai supir travel dengan rute OKU Timur-Palembang, hampir setiap pagi selalu berangkat mengantarkan penumpang dan barang titipan dari konsumennya," terang Sulaiman.
Sebelumnya keberangkatan tadi pagi, tidak ada keluarga yang menaruh curiga terhadap gerak-gerik maupun perkataan dari korban.
"Ya kalau keterangan dari keluarga tingkahnya biasa saja, dia pamit sekitar jam 07.00 pagi untuk mengantar penumpang ke Palembang.
Dia ini orangnya rajin beribadah dan tidak pernah meninggalkan ibadah puasa," tutur dia.
"Kalau saya pribadi sudah ikhlas menerima cobaan ini, karena semua sudah kehendak Allah SWT," tambahnya.