Munarman Ditangkap

Rektor Universitas IBA Palembang Dr Tarech Rasyid MSi: Berlebihan Tuding Munarman Terlibat Terorisme

Ditangkapnya Mantan Sekretaris Umum Forum Pem­bela Islam (FBI) Munarman oleh Densus 88 beberapa hari lalu me­ni­bul­kan reaksi beragam.

Penulis: Salman Rasyidin | Editor: Salman Rasyidin
ist
Dr. Tarech Rasyid, M.Si, 

SRIPOKU.COM - Ditangkapnya Mantan Sekretaris Umum Forum Pem­bela Islam (FBI) Munarman oleh Densus 88 beberapa hari lalu me­ni­mbul­kan reaksi beragam.

Di antara reaksi yang muncul sangat menye­salkan dan ada juga melihat dari sudut politis.  

Salah satu yang menyayangkan penangkapan itu muncul Rektor Universitas IBA Palembang, Dr. Tarech Rasyid, M.Si, sahabat karib Munarman, SH  saat aktif membangun Gerakan Reformasi di Sumatera Selatan pada masa Orde Baru.

Tarech Rasyid menilai bahwa tudingan terhadap Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) itu sangat berlebihan.

“Sungguh aneh, dan berlebihan menuding Munarman terlibat terorisme,” cetus Rektor Universitas IBA yang dikenal juga sebagai mantan wartawan Sriwijaya Post dan Sumatera Ekspress.

Menurut Tarech Rasyid, selama mengenal dan berdiskusi dengan Munarman di LBH Palembang, bahkan saat ia memimpin YLBHI, sangat jauh dari pemikiran-pemikiran Islam fudamentalis, terlebih terlibat dalam terorisme.

Namun, Tarech Rasyid mengakui bahwa Munarman memiliki watak yang temperamental, namun rasional dan berani. Keberanian ini ditunjukkan Munarman saat melakukan penelitian tentang kekerasan militer.

Selain itu, keberaniannya semakin menonjol saat ia menerima tugas dari KONTRAS di Aceh yang masih bergolak, dan dikenal dengan sebutan Daerah Operasi Militer (DOM).

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

“Aku diminta untuk ke Aceh. Sebab, Di YLBHI, KONTRAS, LBH Jakarta dan lainnya, tidak ada satupun orang yang berani mengemban tugas di Aceh, ya, sudah, aku yang ke Aceh,” ujar Tarech Rasyid mengenang ucapan Munarman saat membicarakan keberlangsungan KIPP Sumsel.

Usai Pemilu yang terakhir di masa Orde Baru, Pimpinan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP Sumsel) telah diserahkan Tarech Rasyid kepada Munarman.

Namun ditengah-tengah penguatan organisasi KIPP Sumsel, ia mendapat tawaran dari  Munir Said Thalib selaku Ketua Dewan Pengurus KONTRAS untuk bertugas di Aceh. 

Kekosongan pimpinan KIPP Sumsel itu pula yang memaksa kami berdua mendiskusikan orang yang tepat untuk memimpin KIPP Sumsel.

“Saya dan Munarman sepakat menunjuk Anwar Putra Bayu untuk memimpin KIPP Sumsel dan menggantikan posisi Munarman yang akan berangkat ke Aceh,” ujar Tarech Rasyid yang saat itu telah mendapat mandat dari Sri Bintang Pamungkas untuk memimpin Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI) Sumsel.

Rektor Universitas IBA yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh reformasi di Sumsel ini menilai bahwa Munarman itu orangnya sangat rasional.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved