Breaking News:

Diusir Istri & Keluarga, Identitas Pria yang Tidur di Depan Ruko di Lubuklinggau Selatan II, Viral

Seorang pria terlantar di depan ruko di tepi Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Marga Mulia, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

istimewa
Seorang pria yang viral di media sosial karena tidur di depan ruko di kawasan Lubuklinggau. 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Seorang pria terlantar di depan ruko di tepi Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Marga Mulia, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Foto kakek tersebut viral di media sosial setelah diunggah akun Facebook Info Lubuklinggau, Selasa (28/04/2021) kemarin.

Dalam unggahannya memperlihatkan sosok pria berumur terlantar di depan ruko.

Pria tersebut nampak kurus dan kumuh hanya mengenakan kain sarung bewarna merah duduk di depan ruko banyak kantong plastik di depannya.

Menurut Ketua RT, Munarman Salat Ashar Sebelum Dibawa Densus 88 ke Polda Metro Jaya

Informasi beredar, identitas pria yang tidur di depan ruko tersebut berinisial SF warga tercatat tinggal di Kelurahan Marga Mulia, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Pria berusia 46 tahun ini telah beberapa hari tidur dan tinggal di depan ruko tersebut tengah dalam keadaan tidak sehat.

Sekretaris Dinsos Lubuklinggau, Johan Tero, didampingi Staf Tim Rehabilitasi Sosial (Resos) Erito, mengatakan jika saat ini SF sudah ditangani di Rumah Singgah milik Pemkot Lubuklinggau.

"Kondisinya normal beliau tidak sedang dalam gangguan jiwa, ketika diajak komunikasi berbicara lancar dan mengerti apa yang dibicarakan orang komunikasinya nyambung," ungkap Johan Tero kepada wartawan, Rabu (28/4/2021).

Johan mengungkapkan semalam pihaknya sudah mendatangi rumah Istri dan anak kandungnya, di sana juga dihadiri Bhabinkamtibmas serta lurah.

Ibu Muda Si Terapis Kepergok Pakai Busana Minim, Panti Pijat di Lahat Diam-diam Buka Saat Ramadan

"Hasilnya ternyata Istri dan anak kandung beliau, enggan menerima SF tinggal bersama mereka. Namun ada cerita SF kerap melakukan KDRT akhirnya pihak keluarga mengusirnya," ujarnya.

Hingga saat ini petugas Dinsos sudah berusaha berkomunikasi dan membujuk keluarganya agar menerima beliau. Untuk menenangkan sementara terpaksa dititip di rumah singgah.

Padahal keluarga dari SF merupakan keluarga yang mampu, masuk dalam kategori orang yang berkecukupan, namun tidak tahu apa alasan pasti keluarga enggan menerima SF.

"Kita akan meminta agar dibawa pulang,  Karena aturannya jelas, setiap orang dilarang menelantarkan orang dalam lingkup rumah tangganya, karena  melanggar undang-undang dan dapat dipidana penjara" tambahnya.

Penulis: Eko Hepronis

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved