Oknum Dai di Kampar Sebut NU dan Muhammadiyah Sesat
Video oknum dai di Kampar yang menyebut NU dan Muhammadiyah sesat itu kemudian sampai juga ke telinga pejabat Kemenag Kampar dan Kanwil Kemenag Riau
Alfian mengingatkan agar mubaligh di bulan suci Ramadhan ini dapat berdakwah dengan lemah lembut, santun penuh hikmah dan mau'izhah hasanah.
"Apa yang disampaikan dai semestinya mengajak kepada amar makruf nahi mungkar, tidak membahas yang menyinggung amalan saudara muslim lainnya," pungkasnya.
Baca juga: Unik, Dai Milenial Asal OKI Ini Tampil dengan Boneka Ketika Mendakwah
Baca juga: Mengenal Ustadz Sutarno SPd Dai Milenial Asal OKU, Tak Punya Latar Belakang Pondok Pesantren
Latih 500 Dai di Riau
Provinsi Riau akhir-akhir ini dihebohkan dengan adanya ceramah sejumlah dai mulai dari yang memojokkan sekelompok pihak dan menyampaikan informasi yang tidak mengedukasi masyarakat.
Dampaknya sendiri akan menimbulkan perpecahan di kalangan umat Islam yang saat ini sedang menjalani ibadah bulan ramadhan.
Menanggapi kondisi ini, Kepala Kanwil Kemenag Riau Mahyudin mengatakan, pihaknya sudah melatih 500 dai di Riau, dan sudah diarahkan bagaimana berbicara dengan cara yang baik.
"Hanya saja memang yang berdakwah viral kontroversi itu tidak ikut dalam pelatihan,"ujar Mahyudin kepada tribunpekanbaru.com Rabu (21/4).
Sebagaimana diketahui, ada ustadz di Kampar yang memojokkan kelompok dalam Islam, menurut Kakanwil persoalan ini sudah sampai ke ormas Islam dan berharap semuanya didudukkan.
"Saya kenal dengan beliau (ustadz), memang dulu juga beliau membuat kontroversi di Kampar,"ujarnya.
Seharusnya menurut Mahyudin, seorang dai harus menyampaikan ceramah degan cara yang baik dan sopan sehingga masyarakat bisa diayomi.
Artikel berjudul "Oknum Dai di Kampar Sebut NU dan Muhammadiyah Sesat, Ini Kata Kemenag Kampar dan Kanwil Kemenag Riau "
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kamparjpg.jpg)