Masih Hujan tapi Sudah Ada Daerah Kekeringan, Pekan Depan 2 Helikopter Water Bombing Tiba di Sumsel
Dua unit helikopter water bombing itu diharapkan bisa mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bumi Sriwijaya melalui udara.
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Refly Permana
Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Provinsi Sumsel bakal mendapatkan pinjaman dua unit helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dua unit helikopter water bombing itu diharapkan bisa mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bumi Sriwijaya melalui udara.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumsel, Iriansyah, mengatakan helikopter water bombing itu akan dikirimkan secara bertahap, tergantung kebutuhan.
Minggu depan helikopter water bombing tersebut dipastikan sudah tiba di Palembang.
• JENDERAL Bintang 2 Ini Datangi Kampung Narkoba Tangga Buntung, Diguyur Hujan, Ini yang Dilakukannya!
"Pada tahap pertama ini dua unit, bisa bertambah tiga tergantung kondisi. Pekan depan kalau tidak ada halangan helikopternya sudah tiba," katanya, Kamis (15/4/2021).
Menurutnya, sejauh ini kondisi di sejumlah lahan di Sumsel masih cukup basah karena berada di musim hujan.
Demi mengantisipasi lebih awal, pihaknya akan membuat hujan buatan menggunakan teknologi modifikasi cuaca (TMC).
"TMC pun sudah kita ajukan ke pemerintah pusat dan biasanya modifikasi cuaca akan dilakukan pada awal musim kemarau," kata Iriansyah.
Kendati saat ini masih dalam kondisi musim hujan, namun BPBD Sumsel meminta kepada daerah rawan karhutla untuk berhati-hati dan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
• Profil Delisa Herlina, Pemeran Mira Mantan Copet Cantik di Preman Pensiun Season 5, Anak Band Metal
Hingga saat ini pihaknya telah menerima laporan, ada beberapa daerah yang mengalami kekeringan dan rawan terjadinya karhutla.
"Pada tahun ini BMKG telah memprediksi jika kemarau akan kembali normal. Berbeda dari tahun sebelumnya, musim kemarau terbilang basah karena faktor La Nina sehingga tahun 2020 cenderung lebih aman dari kekeringan dan rawan karhutla," ungkap Iriansyah.
Sementara itu, Panglima Kodam II Sriwijaya, Mayjen Agus Suhardi menjelaskan, Sumsel telah ditetapkan sebagai wilayah siaga Karhutla.
10 dari 17 daerah merupakan wilayah rawan karhutla.
Agus menjelaskan, kondisi kemarau normal tahun ini ditakutkan memicu kebakaran lebih cepat.
• Jangan Keliru, Sholat Witir 3 Rakaat Dikerjakan Tanpa Tasyahud Awal, Bedakan dengan Sholat Maghrib!
Berbagai aksi preventif juga terus dilakukan, di mana setiap personel dikerahkan untuk mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Kami juga meminta agar warga tidak membuang putung rokok ketika memancing karena itu bisa menyulut kebakaran," jelasnya.